Ragam Kuliner Wajib di Berlin, Mulai dari yang Orisinil Khas Jerman Sampai Hasil Adopsi Kuliner Timur Tengah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 23 Juni 2024 | 09:55 WIB
Penjual kebab di Berlin, Jerman, sering juga menyediakan falafel dan shawarma. (Pexels/Nisa Ozgun)
Penjual kebab di Berlin, Jerman, sering juga menyediakan falafel dan shawarma. (Pexels/Nisa Ozgun)

Baca Juga: Jangan Hanya Melihatnya di Drakor, Kenali Dessert Khas Korea Selatan yang Biasa Dijual Di Street Food Seoul

3. Doner Kebab
Doner kebab dipercaya muncul pertama kali muncul di Berlin tahun 1972 kreasi Kadir Nurman.

Ia membuka kios makanan yang menjual sate yang dipotong-potong dan dimasukkan pada roti pita.

Dari situlah lahirnya doner kebab dan sejak saat itu jadi bagian kuliner Berlin.

Penjual doner kebab sering buka 24 jam dan jadi penangkal lapar di malam hari.

Baca Juga: Jajanan Kaki Lima Khas Malaysia yang Wajib Dicicipi Saat di Kuala Lumpur, Murah dan Halal

4. Falafel dan Shawarma
Kuliner ini salah satu kuliner Timur Tengah lainnya yang sudah diadopsi sebagai kuliner Berlin.

Falafel sejenis perkedel dari kacang arab. Sementara shawarma ayam panggang yang disuwir-suwir.

Keduanya dihidangkan bersama aneka salad, sayuran panggang, atau kebab.

Biasanya penjual doner kebab juga menyediakan falafel dan shawarma.

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Arab Saudi, yang Pastinya Lebih Otentik Jika Dimakan Langsung di Negara Tersebut

Splitterbrötchen, kombinasi roll bun dan croissant. (kuechentraumundpurzelbaum.de)

5. Splitterbrötchen
Ini kombinasi roll bun dan croissant. Bentuknya seperti croissant yang ditekuk jadi bulat.

Bagian luarnya kriuk dan dalamnya seempuk roti. Cita rasanya manis.

Orang Berlin menikmatinya dengan mengoleskan butter pada permukaan roti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: visitberlin.de

Tags

Artikel Terkait

Terkini