Warna hijau didapat dari campuran daun pandan dan warna cokelat dari gula merah.
Kue lapis sering dihidangkan pada perayaan khusus dan jadi perlambang kesuksesan seseorang.
Baca Juga: 5 Tempat Nasi Uduk Khas Betawi yang Legendaris di Jakarta, Awas Ketagihan
3. Dodol Betawi
Dodol betawi biasanya dibuat di momen istimewa, seperti Lebaran, perayaan keagamaan lain, dan pesta perkawinan.
Dodol Betawi terbuat dari ketan, gula merah, gula pasir, dan santan.
Proses pembuatannya rumit dan memakan waktu paling tidak 8-12 jam.
Biasanya camilan ini dibuat secara gotong royong karena memerlukan banyak waktu dan tenaga.
Baca Juga: Makanan Khas Betawi, Makin Mudah Dicari Saat HUT Jakarta
4. Kue leker
Ini salah satu jajanan khas Betawi yang masih mudah ditemui, terutama di depan sekolah dasar (SD).
Kue leker mendapat pengaruh kuat dari crepes, yang pada zaman kolonial jadi kudapan orang Belanda.
Kata leker sendiri diambil dari bahasa Belanda yang artinya enak.
Baca Juga: Cicipi Kuliner Gohyong yang Sedang Naik Daun, Hidangan Akulturasi China dan Betawi
Yang membedakan antara kue leker dan crepes adalah ukurannya.
Kue leker lebih kecil dan lebih renyah. Begitu pula isiannya.
Kue leker biasanya diisi potongan pisang, mesjes dan susu kental manis.***
Artikel Terkait
Jalan-Jalan Ke Setu Babakan di Jakarta, Desa Wisata Dengan Budaya Betawi
Meskipun Sudah Agak Membaur, Perkampungan-perkampungan Betawi Ini Masih Bertahan Sampai Sekarang
Kuliner Asli Betawi yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Wajib dilestarikan!
4 Pahlawan dan Tokoh Nasional Asal Betawi yang Namanya Dicantumkan Menjadi Nama Jalan
Warisan Kesenian Khas Betawi yang Mulai Sulit Ditemui Kecuali di Perayaan Ulang Tahun Jakarta