3. Gutel
Dulu gutel sering dibawa masyarakat Gayo untuk bekal saat ke hutan atau bepergian keluar kota.
Di masa penjajahan banyak pejuang membawa gutel untuk bekal karena mengenyangkan.
Gutel terbuat dari tepung beras, gula, kelapa dan air. Setelah itu dibungkus daun pandan.
Tekstur gutel kenyal, rasanya manis. Cocok dinikmati sambil menyeruput kopi Gayo.
Baca Juga: 7 Kuliner Khas Pati: Mulai dari Nasi Gandul yang Gurih sampai Sego Tewel yang Terkenal
4. Lepat
Seperti daerah Sumatra lain, Gayo juga punya lepat. Camilan dari tepung ketan diisi gula merah.
Keunikan lepat Gayo adalah kuat disimpan sampai berbulan-bulan, bahkan sampai setahun.
Agar tahan lama, lepat digantung di langit dapur tepat di atas tungku sehingga selalu terasapi.
Penjual lepat mudah ditemui pada bulan Ramadan. Kuliner ini sering dijadikan menu berbuka puasa.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Khas Kawasan Gunung Merapi, Penghangat Tubuh di Tengah Dinginnya Udara
5. Brahrum
Brahrum atau dikenal juga dengan sebutan boh rom-rom adalah kuliner manis dan kenyal.
Terbuat dari tepung ketan, dibentuk jadi bulatan dan bagian tengahnya diisi potongan gula aren.
Setelah itu direbus. Saat matang, penyajiannya dibaluri parutan kelapa.
Brahrum mirip klepon di Jawa.***
Artikel Terkait
Tidak Hanya Mie Aceh, Ini Kuliner Aceh yang Wajib Dicoba, Rasa Rempahnya Juara
Meski Namanya Sedikit Unik, Hidangan Kuah Pliek Khas Aceh Selalu Jadi Incaran Wisatawan
Bisa Jadi Menu Makan Malam, Hidangan Asam Keueng Khas Aceh, Perpaduan Antara Rasa Lezat dan Asam
Berbagai Kuliner Khas Aceh yang Sayang Untuk Dilewatkan Begitu Saja, Cocok Untuk Buka Puasa
4 Tempat Makan Khas Aceh di Jakarta, Menuntaskan Keinginan Menikmati Kuliner yang Kaya Akan Rempah Khas Negeri Serambi Mekkah