Ragam Kuliner Indonesia yang Mendapat Pengaruh Kuat dari Bangsa Portugis, yang Terakhir Sungguh Tidak Disangka

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 7 Oktober 2024 | 11:30 WIB
Gado-gado (Instagram/bjviszaj via rbg.id)
Gado-gado (Instagram/bjviszaj via rbg.id)

Makanan ini awalnya banyak dikonsumsi warga keturunan Portugis yang menghuni Kampung Tugu di Jakarta.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Khas Betawi yang Wajib Kamu Coba Saat Berkunjung ke Jakarta

Pindang serani terbuat dari ikan bandeng dengan kuah kuning yang dicampur aneka rempah.

Seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, dan cengkeh yang dibakar.

Kuliner Portugis banyak mengolah bumbu dengan cara dibakar dan seperti itulah pengolahan bumbu dari pindang serani.

Baca Juga: Ncang, Ncing, Ini 4 Warung Makan di Jakarta untuk yang Mencari Kuliner Khas Betawi yang Masih Otentik dan Melegenda

Bolu suri dari Palembang mirip bika ambon dari Medan. Suri dalam bahasa Indonesia artinya sisir. Ini merujuk kepada tekstur bolu. (makananoleholeh.com)

3. Kue bolu
Dalam bahasa Portugis bolo artinya kue.

Kata ini kemudian diserap dan disesuaikan dengan lidah Indonesia menjadi bolu.

Setiap daerah memiliki jenis olahan bolunya masing-masing.

Tetapi adonan dasar dari bolu adalah telur, terigu, air, garam.

Baca Juga: Satu Nama Beragam Rupa, Ini 6 Jenis Bolu Khas Indonesia, Camilan di Segala Suasana

4. Gado-gado
Gado-gado yang merupakan kuliner khas Betawi mendapat pengaruh dari Portugis.

Dalam bahasa Portugis gado-gado artinya campur-campur.

Dulunya kata gado-gado merujuk pada pakan hewan yang isinya campuran dari sayuran bekas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini