Sudah Bolak-balik Makan, Tapi Masih Suka Tengak-tengok Tidak Percaya Diri, Ini Etika Makan Sushi ala Masyarakat Jepang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 27 Oktober 2024 | 12:20 WIB
Ilustrasi. Sushi dibuat dalam ukuran kecil. Tujuannya agar mudah dimakan.  (Pexels/cottonbro studio )
Ilustrasi. Sushi dibuat dalam ukuran kecil. Tujuannya agar mudah dimakan. (Pexels/cottonbro studio )

Sushi di restoran yang otentik Jepang, ukurannya pasti kecil.

Baca Juga: 4 Kedai Sushi Kaki Lima di Jakarta yang Banyak Direkomendasikan Orang, Enak dan Murah

3. Tidak wajib pakai wasabi
Wasabi selalu terhidang setiap orang menikmati sushi. Cita rasanya pahit dan tajam.

Makan sushi tidak wajib pakai wasabi. Di restoran sushi otentik, ini sudah ditambahkan di nasi dan isi.

Tetapi karena orang Indonesia suka pedas, kalau mau ditambahkan wasabi lagi, boleh saja.

Baca Juga: Onigiri, Nasi Kepal ala Jepang yang Lezat, Bergizi, nan Mengenyangkan

Jangan campurkan wasabi pada soy sauce atau kecap asin!

Cara yang benar, oleskan sedikit wasabi pada bagian belakang irisan lauk yang menempel pada nasi.

Setelah itu baru cocolkan ke soy sauce.

Baca Juga: No Gorengan-Gorengan Club! Gaya Makan Ala Jepang yang Bikin Warganya Sehat dan Panjang Umur

4. Nasi jangan kena soy sauce
Selain wasabi, soy sauce banyak digunakan pada sushi untuk menambah sedap.

Ketika mencocolkan sushi, jangan sampai nasi terkena soy sauce.

Cocolkan pada bagian ikan atau gulungan nori.

Soy sauce mudah menyerap di nasi dan merusak rasa sushi, seperti makan kebanyakan kecap asin.

Baca Juga: Ayo Belajar Masak Makanan Jepang, Ini Bahan-Bahan Dasar yang Wajib Ada di Dapur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: sushifaq.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini