Ikan dihancurkan, dicampur sagu, kelapa muda parut, dan sejumlah bumbu.
Setelah itu dibentuk pipih seperti pizza dan disangrai sampai matang.
Karena bentuknya yang pipih ini juga masyarakat setempat menyebutnya dengan pizza Natuna.
Baca Juga: Pasirnya Putih dan Halus, Pantai di Pesisir Bangka Belitung Ini Langsung Menghadap ke Laut Natuna
4. Cecah Pedek
Cecah Pedek adalah sambal ikan fermentasi. Ikannya kebanyakan dari jenis bilis.
Ikan bilis dicampur garam, asam kandis, dan penyedap rasa. Kalau ingin pedas, bisa ditambah cabai rawit.
Setelah itu disimpan selama seminggu. Aromanya cukup menyengat karenanya tidak semua orang suka.
Cecah pedek biasanya ditumis dengan bumbu bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Baca Juga: Berdayakan Nelayan Natuna, Pertamina Salurkan Bantuan Kapal dan Jaring Ikan Melalui Program TJSL
5. Kuah Tige
Sering disebut juga dengan Kuah Tiga, ini kuliner yang terdiri atas tiga menu dalam satu piring.
Yaitu sagu butir, singkong rebus, dan parutan kelapa. Ketiganya disiram dengan kuah gulai ikan.
Konon makanan ini sudah ada sejak zaman Belanda, yang saat itu sangat sulit menemukan beras.
Sebagai gantinya masyarakat Kepulauan Natuna mengolah bahan-bahan yang ada saja. Jadilah kuah tige.***
Artikel Terkait
5 Kuliner Khas Banjarmasin yang Populer di Kalangan Pelancong, Kali Pertama Datang Ini yang Langsung Dicoba
6 Kuliner Khas Kebumen, Tempe Mendoan Cuma Salah Satunya
Wajib Coba! Rekomendasi 6 Kuliner Khas Tawangmangu
6 Camilan Khas Padang, Sumatra Barat, yang Tidak Kalah Menariknya dari Makanan Beratnya
4 Tempat Makan di Banjarmasin untuk Menikmati Kuliner Khas Banjar yang Otentik
Camilan Unik yang Sangat Khas Gunungkidul, Manfaatkan Kekayaan Alam Sampai yang Sekecil-kecilnya