Dulunya lupis hanya dihidangkan pada bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.
4. Tape Ketan
Tape ketan berasal Kuningan, Jawa Barat.
Kuliner ini terbuat dari ketan putih yang sudah difermentasi ragi dan dibungkus daun jambu air.
Tape difermentasi antara 3- 7 hari.
Baca Juga: Tidak Kalah dari Prancis, Indonesia Juga Punya Kuliner yang Terbuat dari Siput, Keong dan Bekicot
Proses pembungkusannya memberikan warna alami putih kehijauan pada tape ketan.
Rasanya manis dan sedikit rasa asam.
Kebanyakan tape ketan disimpan dalam wadah baskom yang terendam dengan air fermentasi.
Baca Juga: 6 Kuliner Indonesia yang Mendunia, Salah Satunya Sampai di Produksi di Luar Negeri
5. Srikaya ketan
Srikaya ketan atau kadang dikenal dengan nama katan sarikayo berasal dari Sumatra Barat.
Bentuknya segi empat dan terdiri atas dua bagian.
Yaitu, ketan berwarna putih dan srikaya berwarna cokelat.
Srikaya sendiri terbuat dari campuran santan, telur, dan gula merah. Rasanya kombinasi gurih dan manis.***
Artikel Terkait
6 Camilan dan Jajanan Zaman Dulu yang Masih Bisa Ditemukan Pasar Legi, Kotagede
Camilan Aci dari Tepung Kanji ala Bandung yang Sudah Terkenal di Indonesia, Kenyal-kenyal Menggoda
4 Gerai Donat di Jakarta, Tatkala Camilan yang Biasanya Berlubang Tengahnya Dibuat Lebih Eksklusif
4 Camilan Khas Solo yang Nyaris Punah, Harus Blusukan Dulu untuk Menemukannya
6 Camilan Khas Padang, Sumatra Barat, yang Tidak Kalah Menariknya dari Makanan Beratnya
Camilan Unik yang Sangat Khas Gunungkidul, Manfaatkan Kekayaan Alam Sampai yang Sekecil-kecilnya