Baca Juga: Wisata Sejarah di Kota Tertua di Indonesia, Salatiga, Banyak Bangunan Warisan Kolonial yang Estetik
Gaya tersebut terlihat pada hiasan molding di setiap sudut gereja dua lantai ini.
Gereja ini sempat diperbaiki tahun 1867. Genteng sirap seng diganting dengan sirap kayu lilin.
Sementara kusennya diganti dengan kayu jati tebal dan bergaya Romantisme.
Di sini ada lonceng yang dibuat sejak tahun 1828 dan masih terawat baik.
Baca Juga: 4 Kuliner Salatiga yang Masuk dalam Culinary Heritage Kota Setempat
3. Gereja Santo Antonius Padova
Gereja Katolik ini berada di Pasuruan, Jawa Timur.
Dibangun pada 1825 atas sumbangan dari Alexander Manuel Anthoijs, pengusaha Belanda.
Gereja ini mengalami beberapa kali renovasi karena jumlah jemaatnya semakin banyak.
Tahun 1975 ditambah bangunan di sebelah timur. Kursi gereja dari besi pun diganti dengan kursi kayu.
Baca Juga: Kegiatan Relawan Bakti BUMN Batch VI di Pasuruan: Membangun Sinergi, Menghidupkan Budaya
4. Gereja Santo Yusuf
Gereja Santo Yusuf di Cirebon ini bisa dibilang gereja katolik pertama di Jawa Barat.
Gereja ini didirikan tahun 1880 setelah kedatangan pengusaha gula Louis Theodorus Gonsalves.
Saat itu belum ada paroki di Cirebon.
Satu tahun setelah menjadi paroki barulah datang pastor, dilanjutkan pembangunan gereja.
Gereja Santo Yusuf Cirebon ini memiliki taman doa yang dihiasi dengan patung Bunda Maria.
Artikel Terkait
Jelang Hari Natal, Ayo Kunjungi Gereja-gereja Tertua di Jakarta, Ada yang Didirikan di Abad 16
4 Gereja dengan Nuansa Tradisional Indonesia yang Kental, Ibadah di Sini Jadi Semakin Cinta Tanah Air
Fakta Menarik Gereja Katedral, Jakarta, yang Menjadi Salah Satu Tempat yang Dikunjungi Paus Fransiskus
Gereja Notre Dame Paris Kembali Dibuka Setelah 5 Tahun Ditutup. Ini Fakta-fakta Dibaliknya
4 Kembaran Gereja Notre Dame Paris yang Masih Berada di Prancis Juga
Perbauran Budaya Hindu, Buddha, Jawa, dan Eropa di Candi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Yogyakarta