Di Masa Lalu Hanya Disajikan Saat Imlek, Kue-kue Ini Sudah Lama Menjadi Jajanan Pasar yang Bisa Ditemui Sehari-hari

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 17 Januari 2025 | 11:30 WIB
Kue ku yang wajib di setiap perayaan Imlek ini melambangkan keberuntungan, panjang umur dan kemakmuran.  (Instagram/@hollandbakeryindonesia)
Kue ku yang wajib di setiap perayaan Imlek ini melambangkan keberuntungan, panjang umur dan kemakmuran. (Instagram/@hollandbakeryindonesia)

Kabar BUMN - Sebagai perayaan tahunan penting, Imlek dirayakan warga Tionghoa bersama seluruh anggota keluarga.

Perayaan dunia ini tentu saja tidak lepas dari penyajian makanan lezat khas Imlek.

Uniknya, kalau dulu hanya disajikan saat Imlek, sudah lama kuliner ini menjadi jajanan pasar di Indonesia.

Ini karena banyak orang, di luar masyarakat Tionghoa, yang menyukai kuliner khas Imlek tersebut.

Baca Juga: 32 Tahun Sempat Dilarang, Begini Sejarah Perayaan Imlek Sampai Akhirnya Jadi Hari Libur Nasional

1. Kue ku
Kue ini dikenal juga dengan nama kue kura-kura merah.

Dalam bahasa Mandarin dikenal dengan nama ang ku koe, kue ku berwarna merah dengan tampilan bak cangkang kura-kura.

Kue wajib di setiap perayaan Imlek ini melambangkan keberuntungan, panjang umur dan kemakmuran.

Baca Juga: Sejarah dan Fakta Shio dan Elemen dalam Kalender Tiongkok yang Keberadaannya Jauh Lebih Tua dari Masehi

Kue ini tidak hanya populer di Indonesia tapi juga di Singapura dan Malaysia.

Ukurannya di Indonesia terbilang kecil dibandingkan yang disajikan di Malaysia dan Singapura.

Bila di Indonesia isinya kebanyakan kacang hijau, di negara asalnya diisi kacang tanah.

Di Singapura lebih beragam lagi, isinya bisa durian, jelly, atau pun custard.

Baca Juga: Tahun Baru Imlek 2025: Perayaan Penuh Makna di Shio Ular Kayu, Apa Artinya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini