Kabar BUMN - Dari banyaknya suku pendatang dari Tiongkok di zaman dulu, salah satunya melebur menjadi Cina Benteng.
Dinamakan Cina Benteng karena menghuni daerah Benteng atau yang sekarang disebut Tangerang.
Di zaman Kesultanan Banten, Tangerang jadi benteng untuk menghadapi VOC yang menguasai Pulau Jawa.
Baca Juga: Telusur Singkawang, Kota di Indonesia dengan Sejarah Tionghoa yang Kental
Sampai sekarang kelompok Cina Benteng masih ada dan termasuk komunitas peranakan Tionghoa terbesar di Indonesia.
Selain mempertahankan tradisi, mereka juga mewariskan kuliner khas Cina Benteng.
Kini kuliner ini semakin langka. Hanya bisa ditemukan di Pasar Lama atau beberapa rumah makan di Tangerang.
Baca Juga: Beragam Kuliner Wajib di Pasar Lama Tangerang, Banyak yang Tidak Bisa Ditemukan di Tempat Lain
1. Laksa Benteng
Laksa sudah menjadi salah satu kuliner di daerah Pecinan.
Bedanya dengan Laksa Benteng, ini punya ciri bumbu yang medok. Warnanya kuning kemerahan.
Mie yang digunakan pun mie putih yang terbuat dari tepung beras.
Baca Juga: Liburan Imlek di Yogyakarta: Ini 5 Destinasi Wisata yang Kental dengan Budaya Tionghoa
Sementara isianya terdiri atas suwiran ayam, tahu, telur, kucaii, dan daun kemangi.
Satu porsi harganya sekitar Rp15.000 saja.
Laksa Benteng yang terkenal bisa ditemukan di Pasar Lama, Tangerang.
Artikel Terkait
4 Tempat Makan di Banjarmasin untuk Menikmati Kuliner Khas Banjar yang Otentik
Camilan Unik yang Sangat Khas Gunungkidul, Manfaatkan Kekayaan Alam Sampai yang Sekecil-kecilnya
Kuliner Khas Kepulauan Natuna, Maksimalkan Kekayaan Hasil Lautnya yang Melimpah
Nikmati Ragam Kuliner Khas Kebumen yang Bikin Kamu Ketagihan
5 Jenis Sambal Khas Jawa Barat, Dimakan dengan Nasi Hangat dan Lalap pun Sudah Lezat
Ragam Kuliner Khas Imlek dan Makna Filosofis di Baliknya