6 Tradisi Perayaan Imlek di Berbagai Daerah di Indonesia, Semuanya Menyimpan Makna Mendalam

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 29 Januari 2025 | 08:30 WIB
Pawai tatung di Singkawang menghadirkan 500 tatung atau sosok manusia yang dipercaya dirasuki roh dewa. (eventdaerah.kemenparekraf.go.id)
Pawai tatung di Singkawang menghadirkan 500 tatung atau sosok manusia yang dipercaya dirasuki roh dewa. (eventdaerah.kemenparekraf.go.id)

Baca Juga: Daftar Makanan Ini Dianggap Membawa Keberuntungan, Selalu Disajikan di Perayaan Imlek

Grebeg Sudiro
Perayaan ini wujud akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa, sekaligus bentuk toleransi umat beragama di Solo.

Salah satunya bisa dilihat dari gunungan yang diarak dan dibagikan kepada masyarakat.

Gunungan tersebut berisi kue keranjang; makanan khas Imlek, dan berbagai kue tradisional.

Seperti: janglut, bakpao, onde-onde, gembukan, dan keleman.

Baca Juga: Uniknya Alkuturasi Budaya yang Ditampilkan dalam Pelaksanaan Grebeg Sudiro di Perayaan Imlek di Solo

Tradisi Tuk Panjang
Tradisi menyambut perayaan Tahun Baru Imlek ini dijalankan warga Kawasan Pecinan Kota Semarang.

Tuk Panjang merupakan acara penjamuan di atas meja panjang dari warga Pecinan kepada masyarakat luar pecinan.

Konon, hidangan yang disajikan tersebut dapat membawa kebaikan, keberkahan, dan keberuntungan.

Lebih dari itu, hidangan mempererat kerukunan antar sesama.

Baca Juga: Fakta Menarik Barongsai yang Selalu Hadir Meramaikan Perayaan Imlek

Festival Cian Cui
Tradisi perayaan Imlek di Riau terkenal unik dan berbeda dengan lainnya.

Yakni Festival Perang Air atau Festival Cian Cui, yang menurut kepercayaan, air memiliki makna rezeki.

Sesuai namanya, perayaan dilakukan dengan saling menyiramkan air.

Bisa dengan menggunakan pistol air, gayung, maupun kantong plastik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini