Kabar BUMN - Kalau di hari biasa sudah disukai, saat Ramadan, gorengan semakin diminati untuk menu berbuka.
Bahkan tidak sedikit pedagang, yang agar laku, menjual gorengannya dengan ukuran lebih besar.
Bagi sebagian orang, berbuka puasa dengan gorengan lebih menyenangkan, tetapi ini tidak disarankan.
Kalaupun memang ingin makan gorengan, ikuti trik ini agar tidak terlalu merasa bersalah atau bermasalah.
Baca Juga: Doa Buka Puasa Ramadhan: Dianjurkan Dibaca Sebelum Makanan atau Minuman Pertama Masuk ke Mulut
1. Jangan setiap hari
Tidak disarankan makan gorengan setiap hari, tetapi masih mungkin kalau sesekali saja.
Katakanlah seminggu cukup sekali saja.
Batasi juga asupannya. Untuk memenuhi kepuasan lidah, cukup satu atau dua gorengan, jangan lebih.
Kalori satu gorengan sebesar 140 kalori, nyaris sama dengan kalori seporsi nasi yang 130 kalori.
Baca Juga: 7 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa, Cepat Mengembalikan Energi Usai Menahan Lapar dan Haus Seharian
2. Imbangi dengan sayur dan buah
Bila buka puasanya sudah dengan gorengan, makan malamnya jangan pilih lauk gorengan lagi.
Itu akan menambah banyak konsumsi minyak yang masuk ke dalam tubuh.
Imbangi dengan banyak makan sayur dan buah-buahan.
Bila hari itu sudah makan gorengan, sebaiknya pilih lauk yang dikukus, semur, atau dibakar.
Artikel Terkait
Aneka Olahan Pisang Goreng dari Seluruh Indonesia, Rasa Tradisional yang Tak Lekang Oleh Waktu
Gerai Ayam Goreng Tepung Korea atau Korean Chicken di Jakarta, Ada yang Sering Muncul di Drakor
6 Jenis Twigim, Goreng-gorengan Khas Korea Selatan yang Bahan Utamanya Belum Tentu Pernah Kita Bayangkan
4 Tempat Makan Ayam Goreng Lokal dan Legendaris di Jakarta, Rasanya Indonesia Banget!