Lebih dari Hidangan Wajib, Ini Fakta dan Sejarah Penyajian Opor Ayam di Hari Raya Idul Fitri

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 31 Maret 2025 | 07:00 WIB
Lebih dari sekedar sajian pelengkap ketupat, ternyata opor ayam punya sejarah dan fakta menarik. (frisianflag.com)
Lebih dari sekedar sajian pelengkap ketupat, ternyata opor ayam punya sejarah dan fakta menarik. (frisianflag.com)

Tujuan penggunaan kunyit dimaksudkan agar kuah opor tidak berbau amis.

Tetapi kemudian, ada variasi lain, yaitu opor dengan kuah kuning atau kuah putih.

Baca Juga: Ciptakan Foto Idul Fitri yang Sempurna, Ini Aplikasi Memperindah Foto yang Direkomendasikan

Pada masa itu juga daging yang digunakan masih daging sapi, domba atau bebek. Sedikit mirip kari.

Karena daging tersebut mahal dan sulit didapat, masyarakat Jawa menggantinya dengan daging ayam.

Opor ayam lebih murah dan murah didapat.

Baca Juga: 10 Twibbon Bertema Idul Fitri 2025, Pilih Desain Bingkai Foto Sesuai dengan Selera

3. Pengaruh dari lontong cap gomeh
Perubahan daging yang digunakan di opor ternyata dipengaruhi lontong cap gomeh juga.

Kuliner dari Tiongkok ini menggunakan daging ayam, sehingga masakannya tidak terlalu amis.

Walhasil, tidak perlu lagi ditambahkan kunyit, hingga akhirnya kuah opor pun menjadi kuah putih.

Baca Juga: Hindari Masakan Bersantan untuk Makan Ketupat di Idulfitri, Ini Alternatif Lauk yang Cocok

Ini juga sedikit mirip dengan tekstur dari kuah lontong cap gomeh.

Bila lontong cap gomeh menggunakan lontong, opor ayam dimakan dengan ketupat.

Beberapa orang pun sering menggunakan lontong untuk dicampurkan pada opor ayam.

Baca Juga: 6 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dikonsumi Usai Lebaran, Punya Kemampuan untuk Menetralisir Tubuh Usai Banyak Makan Santan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini