Kuliner Ekstrem yang Cuma Ada di Tiongkok, Berani Coba?

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 11 April 2025 | 20:00 WIB
Pidan, di Indonesia dikenal dengan telur pitan, atau telur 100 tahun merupakan kuliner ekstrem paling dicari di Tiongkok.  (disgustingfoodmuseum.com)
Pidan, di Indonesia dikenal dengan telur pitan, atau telur 100 tahun merupakan kuliner ekstrem paling dicari di Tiongkok. (disgustingfoodmuseum.com)

Kabar BUMN - Tidak hanya kuliner lezat yang sudah mendunia, Tiongkok pun punya kuliner yang ekstrem.

Kuliner ini ekstrem karena faktor bahan bakunya yang bagi kebanyakan orang mungkin tidak biasa.

Orang-orang yang suka adu nyali, ada yang sengaja datang ke Tiongkok untuk mencoba kuliner ekstrem tersebut.

Baca Juga: 4 Fakta Unik Bakso, Menu Asal Tiongkok yang Jadi Kuliner Kali Lima Terlaris di Indonesia

1. Telur pidan
Pidan, di Indonesia dikenal dengan telur pitan, atau telur 100 tahun merupakan kuliner ekstrem paling dicari di Tiongkok.

Ini telur yang diawetkan dengan membalurnya pakai tanah liat alkanin sehingga keras dan tahan lama.

Saat proses penyimpanan, kuning telur akan jadi kehijauan dan putih telurnya jadi kecokelatan gelap.

Aromanya pun jadi tengik. Semakin lama disimpan semakin tengik aromanya.

Baca Juga: Sejarah dan Fakta Shio dan Elemen dalam Kalender Tiongkok yang Keberadaannya Jauh Lebih Tua dari Masehi

2. Stinky tofu
Untuk membuatnya, tahu direndam dalam cairan garam, sayur, dan daging selama beberapa bulan.

Hasil fermentasinya tahu dengan aroma tengik, yang sering disamakan dengan sampah basah atau kaki yang berkeringat.

Stink tofu paling sering dihidangkan dengan cara digoreng kering lalu diber sambal atau kecap asin.

Bisa juga dikukus atau di stew. Ini merupakan kuliner kaki lima yang laris, terutama di Taiwan.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Chongqing, Tiongkok, Banyak Dipengaruhi Kuliner Sichuan, Serba Panas dan Pedas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: teachingnomad.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini