Kabar BUMN - Di antara kekayaan kuliner aslinya, kuliner Jepang pun banyak yang dipengaruhi kuliner barat, sebutannya yoshoku.
Kali pertama masuk Jepang abad ke 16, saat Perang Dunia II, yoshoku makin berkembang lagi.
Ini karena saat Jepang kekurangan makanan, Amerika menyumbang makanan barat, seperti susu bubuk dan gandum.
Berkat bahan makanan itu, warga Jepang jadi lebih mudah lagi mengkreasikan masakan barat.
Baca Juga: Beragam Olahan Mie dari Jepang, Lebih dari Sekadar Ramen
1. Omurice
Menu makan siang favorit orang Jepang ini diambil dari kata omelette dan rice (nasi).
Resep ini konon diciptakan tahun 1925 oleh seorang chef di restoran di Osaka.
Omurice berbahan dasar nasi yang diberi tambahan daging, bawang, dan saus tomat yang banyak.
Nasi dimasukkan pada cetakan berbentuk oval dan tuangkan ke piring.
Setelah itu, seluruh nasi ditutupi omelet, yang dibuat dengan cara unik pula.
Bagian dalam omelet dibuat setengah matang, luarnya matang.
Ketika bagian tengah omelete dibelah, bagian dalamnya akan meluber keluar.
Artikel Terkait
Kuliner Khas Timur Tengah dengan Bahan Dasar Kurma, Bisa Jadi Variasi Menu Berbuka Puasa
5 Menu Mie Khas Korea Selatan, Tidak Hanya Samyang yang Sudah Populer di Indonesia
Kuliner Khas Armenia yang Dinobatkan PATWA sebagai Destinasi Adventure Terbaik Dunia 2025
5 Jenis Kuliner Ayam Khas Korea, Bisa Jadi Pilihan Jika Bosan dengan Olahan yang Itu-itu Saja
Uniknya Kopi Khas Turki, Baik dari Cara Olah Biji Sampai dengan Penyajiannya
5 Camilan Khas Vietnam yang Mudah Ditemukan di Kaki Lima dan Pasar Tradisional