Yoshoku, Kuliner Jepang yang Dapat Pengaruh Kuat dari Barat

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Mei 2025 | 18:30 WIB
Omurice singkatan dari omelete dan rice. Saat omelet dibelah, lelehan telur akan membasahi nasi di bawahnya. (tokomesin.com)
Omurice singkatan dari omelete dan rice. Saat omelet dibelah, lelehan telur akan membasahi nasi di bawahnya. (tokomesin.com)

Kabar BUMN - Di antara kekayaan kuliner aslinya, kuliner Jepang pun banyak yang dipengaruhi kuliner barat, sebutannya yoshoku.

Kali pertama masuk Jepang abad ke 16, saat Perang Dunia II, yoshoku makin berkembang lagi.

Ini karena saat Jepang kekurangan makanan, Amerika menyumbang makanan barat, seperti susu bubuk dan gandum.

Berkat bahan makanan itu, warga Jepang jadi lebih mudah lagi mengkreasikan masakan barat.

Baca Juga: Beragam Olahan Mie dari Jepang, Lebih dari Sekadar Ramen

1. Omurice
Menu makan siang favorit orang Jepang ini diambil dari kata omelette dan rice (nasi).

Resep ini konon diciptakan tahun 1925 oleh seorang chef di restoran di Osaka.

Omurice berbahan dasar nasi yang diberi tambahan daging, bawang, dan saus tomat yang banyak.

Baca Juga: Gendut-Gendut Manis dari Lembang! Wisata Petik Strawberry Jepang di Lafresa Garden, HTM-nya Murah Meriah

Nasi dimasukkan pada cetakan berbentuk oval dan tuangkan ke piring.

Setelah itu, seluruh nasi ditutupi omelet, yang dibuat dengan cara unik pula.

Bagian dalam omelet dibuat setengah matang, luarnya matang.

Ketika bagian tengah omelete dibelah, bagian dalamnya akan meluber keluar.

Baca Juga: Tak Perlu Perang Takjil, Ini Kuliner Manis Khas Jepang yang Bisa Jadi Pilihan untuk Berbuka Puasa, Mudah Ditemukan di Indonesia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: byfood.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini