Hanya Sejengkal dari Bandung, Ini Kuliner Khas Cimahi yang Ternyata Masih Jarang Diketahui Banyak Orang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 19 Mei 2025 | 08:30 WIB
Denjapi, dendeng yang terbuat dari jantung pisang. Denjapi singkatan dari dendeng jantung pisang.  (Cookpad/@Dapoer_Rotan)
Denjapi, dendeng yang terbuat dari jantung pisang. Denjapi singkatan dari dendeng jantung pisang. (Cookpad/@Dapoer_Rotan)

Ada yang dijual dalam kemasan plastik atau kiloan.

Baca Juga: Masuk Wahoo Waterworld dengan Harga Spesial, Hanya Rp85 Ribu untuk Warga Bandung Raya dan Cimahi!

Tahu jegur atau tahu jeletot guyur, berupa kuliner tahu dan lain-lain yang diguyur kuah pedas (jeletot). (Shopee/houseshop_jkt)

3. Tahu jegur
Tahu jegur berupa kuliner tahu yang diguyur kuah pedas atau jeletot, hingga muncul istilah jegur.

Kuah ini dinamai jeletot karena saat orang mengirupnya mungkin merasa kepedasan sampai bibirnya jeletot.

Jeletot bahasa Sunda untuk bengkak. Bahan kuah ini bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit.

Selain disiram kuah jeletot, tahu juga bisa dicampur aneka toping, seperti sosis, bakso, cireng, atau mie.

Baca Juga: Wisata Curug di Sekitar Bandung, Sama Menakjubkannya dengan Tempat Wisata Baru dan Kekinian

Rasi singkatan dari beras singkong diyakini lebih menyehatkan dari nasi. (visitcireundeucimahi.com via keluyuran.com)

4. Nasi rasi
Ini kuliner khas masyarakat di Kampung Cireundeu, Cimahi. Rasi singkatan dari beras singkong.

Masyarakat di Kampung Cireundeu tidak pernah makan nasi, sebagai gantinya mereka mengonsumsi rasi.

Rasi yang sudah ada sejak 1918 ini dibuat dari ampas singkong yang diolah sedemikian rupa sehingga serupa nasi.

Dipercaya rasi lebih sehat dari pada mengonsumsi nasi putih.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini