Kampung Adat Cireunde, Desa Tradisional Sunda yang Masih Mempertahankan Adat Berumur 500 Tahun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 19 Mei 2025 | 15:30 WIB
Pintu masuk ke Kampung Adat Cireunde, Cimahi. (disbudparpora.cimahikota.go.id)
Pintu masuk ke Kampung Adat Cireunde, Cimahi. (disbudparpora.cimahikota.go.id)

Mereka menggunakan rasi, singkatan beras singkong, atau nasi dari singkong.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman Belanda, sekitar tahun 1918, dan masih terus dipertahankan hingga sekarang.

Baca Juga: Cimahi Punya Wisata Alam Memukau, Ini 5 Rekomendasinya

Mempertahankan agama asli
Wisata ke Kampung Adat Cireundeu seperti masuk pada kehidupan masyarakat Sunda zaman dulu.

Penduduk yang sudah berumur, kebanyakan mengenakan pakaian adat Sunda berwarna hitam.

Para pria menggunakan iket Sunda di kepalanya.

Untuk berkomunikasi sehari-hari warga menggunakan bahasa Sunda, meskipun mengerti bahasa Indonesia.

Baca Juga: Hanya Sejengkal dari Bandung, Ini Kuliner Khas Cimahi yang Ternyata Masih Jarang Diketahui Banyak Orang

Anak-anak di Kampung Adat Cireunde pun di sekolah menggunakan bahasa pengantar, Bahasa Sunda.

Tidak hanya itu, masyarakat di Kampung Adat Cireundeu masih mempertahankan tradisi lama.

Begitu pula dengan agama asli, Sunda Wiwitan, masih mereka jalani.

Prinsip hidupnya adalah Ngindung ka wakut, mibapa ka jaman.

Baca Juga: Masuk Wahoo Waterworld dengan Harga Spesial, Hanya Rp85 Ribu untuk Warga Bandung Raya dan Cimahi!

Rumah penduduk di Kampung Adat Cireunde, Cimahi, masih tradisional dengan bahan kayu dan bambu. (koran-gala.id)

Artinya warga kampung adat memiliki cara dan ciri masing-masing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini