Kampung Adat Cireunde, Desa Tradisional Sunda yang Masih Mempertahankan Adat Berumur 500 Tahun

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 19 Mei 2025 | 15:30 WIB
Pintu masuk ke Kampung Adat Cireunde, Cimahi. (disbudparpora.cimahikota.go.id)
Pintu masuk ke Kampung Adat Cireunde, Cimahi. (disbudparpora.cimahikota.go.id)

Sedikit banyak tradisi dan gaya hidup masyarakat di sini mirip dengan masyarakat Badui.

Mereka tidak menggunakan produk sintetis seperti pupuk, plastik dan sabun dari bahan kimia.

Bedanya, mereka cukup terbuka dengan modernitas dengan menerima penggunaan listrik dan gawai.

Baca Juga: Wisata Curug di Sekitar Bandung, Sama Menakjubkannya dengan Tempat Wisata Baru dan Kekinian

Menikmati rumah tradisional
Seluruh bangunan di perkampungan ini masih mempertahankan bangunan tradisional dari bambu dan kayu.

Selain rumah penduduk, Kampung Adat Cireundeu dilengkapi bale sarasehan dan saung baraya.

Kedua bangunan tersebut digunakan sebagai tempat berkumpul warga.

Mulai dari kegiatan belajar mengajar, berlatih aksara Sunda, sampai bermain angklung untuk menyambut pengunjung.

Baca Juga: 4 Tempat Glamping di Lembang, Bandung Barat, Kesempatan Berada di Alam Terbuka Nan Sejuk dengan Mewah

Selain itu ada bangunan khusus yang disediakan sebagai rumah produksi dan tempat oleh-oleh.

Kedua bangunan didirikan setelah Kampung Adat Cireunde ditetapkan sebagai kampung adat wisata.

Pengunjung bisa membeli aneka olahan singkong, mulai dari rasi, simping, opak, dan eggroll.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini