Kuliner Nusantara Ini Dulu Hanya Disajikan Bagi Bangsawan dan Anggota Kerajaan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 2 Juni 2025 | 11:30 WIB
Nasi bekepor khas Kerajaan Kutai Kartanegera kini telah menjadi kuliner khas masyarakat Kalimantan Timur.  (Cookpad/@dapur_imaimey)
Nasi bekepor khas Kerajaan Kutai Kartanegera kini telah menjadi kuliner khas masyarakat Kalimantan Timur. (Cookpad/@dapur_imaimey)

2. Selat solo
Hidangan khas Keraton Solo ini hasil adaptasi dari masakan Belanda.

Selat diambil dari kata slachtje artinya salad. Arti lainnya, daging yang dihidangkan dalam potongan kecil.

Hidangan ini kreasi koki keraton ketika Sultan Solo bertemu pemerintah Hindia Belanda.

Koki membuat hidangan yang bisa dinikmati bersama dengan mengolah menu biefstuk (daging steak) dengan cara Solo.

Baca Juga: Selat Solo, Menu Wajib Kulineran yang Harus Dicicipi saat Jalan-jalan di Kota Solo

Bila biefstuk ukurannya besar dan dimasak setengah matang, selat solo dagingnya matang.

Rasanya cenderung manis karena menggunakan kecap manis dengan aroma rempah yang tajam.

Daging didampingi aneka sayur mirip dengan selada huzlad Belanda.

Yaitu kentang, buncis, wortel, ketimun, daun selada, diberi tambahan saus kecap dan mayones.

Baca Juga: 5 Tempat Makan di Surakarta yang Recomended untuk Menikmati Selat Solo, Rasanya Autentik

Coto Makassar (Jennaira)

3. Coto Makassar
Kuliner asal Makassar ini sudah dihidangkan sejak abad ke-16.

Pada masa itu Makassar berada di bawah kepemimpinan Kerajaan Gowa.

Coto Makassar selalu menjadi hidangan terutama saat acara adat atau ada tamu istimewa.

Baca Juga: Sarapan Lezat dengan Kuliner Khas Sulawesi Selatan Coto Makassar alias Pallu Coto Mangkasarak

Kuliner ini mendapat pengaruh kuat dari kuliner Tiongkok, di mana dalam resepnya menggunakan tauco.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini