3. Sayur babanci
Sayur babanci mendapat pengaruh kuat dari budaya Tionghoa.
Nama babanci pun diambil dari kata baba dan cici serta konon pertama kali dibuat warga Tionghoa.
Sayur babanci terbuat dari daging sapi, kelapa muda, santan, serundeng, dan beragam rempah.
Sulitnya mendapatkan daging kelapa muda membuat sayur babanci jarang ditemukan.
4. Dodol Betawi
Sulitnya menemukan dodol betawi karena proses pembuatannya yang sulit dan menghabiskan banyak waktu.
Adonan dimasak dalam tungku kayu bakar selama 8 jam. Untuk membuatnya pun dilakukan beramai-ramai.
Karena prosesnya yang rumit ini bagi yang ingin membelinya perlu memesan jauh-jauh hari.
Dodol Betawi sering dicari dan disajikan saat Idul Fitri, Idul Adha, dan pesta perkawinan.
Baca Juga: Unik, Rasanya Mirip Padahal Bahan Bakunya Berbeda-Beda, Ini Ragam Dodol Khas Nusantara
5. Bubur Ase
Bubur ini dipopulerkan masyarakat Betawi kota, atau yang tinggal di kawasan Jakarta Pusat.
Bubur ase singkatan dari asinan dan semur. Bubur ini berupa perpaduan semur encer dan aneka asinan.
Bubur ini sulit ditemukan.
Beberapa yang menjualnya bisa ditemukan di Pasar Senen, Pasar Tanah Abang, dan Pasar Gandaria.***
Artikel Terkait
Tempat Makan Legendaris di Magelang, Nostalgia Kuliner Jadul Sebelum Masa Kemerdekaan
Kuliner Nusantara Ini Dulu Hanya Disajikan Bagi Bangsawan dan Anggota Kerajaan
Menu Boga Bahari Aneh yang Memperkaya Khazanah Kuliner Indonesia
Uniknya Kuliner Khas Bima, Beberapa Merupakan Warisan Kesultanan Bima
Di Balik Sepotong Kerak Telor, Ini Sejarah dan Fakta Menarik Kuliner yang Banyak Muncul di Bulan Juni Itu