Kabar BUMN - Awalnya, dunia hanya mengenal sushi versi modern saja.
Sushi ini diperkenalkan itamae (chef sushi) Jepang yang membuka restoran di Amerika.
Ia membuat konsep sushi yang sesuai dengan lidah internasional.
Setelah sushi bisa diterima warga dunia, barulah jenisnya lebih beragam. Dari yang tradisional hingga modern.
Baca Juga: Pertunjukan Tradisional Berumur Ratusan Tahun yang Wajib Ditonton Saat di Jepang
Makizushi
Jenis sushi tradisional ini bisa diterjemahkan dengan sushi gulung.
Nasi sushi diberi isian lalu dibungkus nori di bagian luarnya.
Satu gulungan panjang akan dipotong-potong menjadi ukuran kecil yang mudah dimakan.
Makizushi terdiri atas beberapa jenis. Pertama, futomaki, jenis sushi gulung yang potongannya tebal.
Baca Juga: Jelajah Kota-kota di Jepang Lebih Mudah dengan Fasilitas Coin Locker yang Tersedia di Mana-mana
Minimal terdiri atas dua isian. Umumnya berisi sayuran dan telur sehingga cocok untuk vegetarian.
Kedua, hosokami. Ini isiannya hanya satu dan ukurannya lebih kecil. Sederhana tapi lezat.
Ketiga, uramaki, yang lebih modern atau fusion. Dalam bahasa Jepang artinya, di luar.
Ini merujuk pada nori yang diletakkan di bagian dalam, sementara nasi di luar. Contohnya, california roll.
Baca Juga: Wisata ke Kota Penghasil Teh Hijau dan Matcha Terbaik di Jepang, Uji, Sepi Menenangkan
Artikel Terkait
4 Kedai Sushi Kaki Lima di Jakarta yang Banyak Direkomendasikan Orang, Enak dan Murah
7 Jenis Sushi yang Populer di Indonesia, Penting Diketahui Sebelum Memesan
3 Restoran Sushi Omakase di Jakarta, Pengalaman Terbaik Menikmati Sushi Berkualitas
Sudah Bolak-balik Makan, Tapi Masih Suka Tengak-tengok Tidak Percaya Diri, Ini Etika Makan Sushi ala Masyarakat Jepang
5 Restoran Sushi Berkualitas dan Murah di Tokyo, Rasanya Autentik Tanpa Harus Menguras Kantong
Tidak Harus Restoran Sushi, Beberapa Supermarket di Jakarta Ini Juga Menyediakan Sushi yang Tidak Kalah Lezat dan Berkualitas