Penjara Bagi Pembangkang Belanda Sampai Menjadi Cagar Budaya, Inilah Kisah Penjara Kalisosok, Surabaya

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Penjara Kalisosok yang berada di Jalan Kausari no 5 ini mulai digunakan tahun 1850. (fib.unair.ac.id)
Penjara Kalisosok yang berada di Jalan Kausari no 5 ini mulai digunakan tahun 1850. (fib.unair.ac.id)

Kapasitas untuk pribumi mencapai 650 orang, tetapi setiap tahun jumlahnya terus meningkat.

Baca Juga: Satu Jam di Atas Rel, Kereta Wisata Heritage Ambarawa Kini Lebih Hemat di Bulan Kemerdekaan

Pada 1910, jumlah pribumi yang ditahan sampai 600.000 orang.

Sejumlah tokoh perjuangan nasional juga pernah ditahan di Penjara Kalisosok.

Seperti HOS Tjoroaminotot, Soekarno, WR Soepratman, KH Mas Mansyur dan Cak Durasim.

Di sini ada sel khusus bernama waterkasteel atau istana air. Sel ini digenangi air dan diberi banyak lintah.

Baca Juga: Curug Ngebul, Air Terjun “Berasap” di Cianjur yang Bikin Penasaran

Salah satu sudut di bagian dalam Penjara Kalisosok usai dibersihkan. (Instagram/@lovesuroboyo)

Sebagai cagar budaya
Setelah kemerdekaan Indonesia Penjara Kalisosok masih dipergunakan.

Sempat pula menjadi tempat tahanan bagi pengikut PKI sebelum dipindahkan ke tempat lain.

Tidak ada data pasti kapan penjara berhenti beroperasi.

Baca Juga: Rangkaian 15 Ucapan Selamat HUT ke-80 RI yang Cocok untuk Semua Kalangan

Sempat terbengkalai bertahun-tahun, Penjara Kalisosok akhirnya diperbaiki dan menjadi cagar budaya.

Dinding luarnya sudah dicat ulang dan dihiasi mural-mural berwarna cerah dengan tema ceria.

Selain berkeliling penjara, pengunjung juga bisa melihat penjara bawah tangga atau tanah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini