Itu bisa dilakukan karena udara Sajang sangat dingin sehingga biji kopi arabika tetap bisa tumbuh.
Baca Juga: Promo Donat dan Roti Meriah Akhir Agustus 2025, Ada JCO hingga Pizza Hut
Keunikan dari kopi ini ukuran bijinya lebih besar dibandingkan kopi arabika biasa.
Aroma kopinya tidak terlalu kuat, sehingga banyak orang salah mengira itu robusta.
Tetapi sensasi rasa asam khas arabikanya masih terasa dan ada sedikit sentuhan buah.
Baca Juga: Keindahan Batu Sindu Menghipnotis, Tapi Ada Nama yang Tak Boleh Diucap
3. Kupi tunjak
Ini merupakan racikan kopi tradisional dari Lombok.
Dalam bahasa Sasak, kupi artinya kopi dan tunjak artinya tumbuk.
Ada dua jenis kupi tunjak yaitu arabika dan robusta.
Baca Juga: 4 Candi Berukuran Kecil di Sleman, Yogyakarta, Sebagian Dibangun di Masa Kerajaan Mataram Kuno
Keduanya diproses dengan menggunakan tungku dan wajan penggorengan dari tanah liat.
Prosesnya juga masih menggunakan kayu bakar sehingga menghasilkan aroma kopi yang khas.
Warna kupi tunjak lebih hitam pekat dibandingkan kopi lainnya. Aromanya lebih wangi dan lebih segar.
Baca Juga: Air Terjun Temburun, Tangga Air Menuju Lautan Biru
4. Kopi Kumbi
Dinamakan kopi kumbi karena biji ini dihasilkan di Desa Kumbi, Lombok Barat.
Artikel Terkait
Kokoh di Tengah Persaingan, Bhineka Djaja Menjadi Toko Kopi Tertua dan Legendaris di Bali
Toko Bubuk Kopi Paling Legendaris di Jakarta, Rasanya Tetap Sama dan Tidak Kalah dengan Kopi Kekinian
Kedai Kopi Berusia Puluhan Tahun di Surabaya, Tempat Bernostalgia dengan Rasa dan Kenangan Lama
Mampu Bersaing dengan Produsen Kopi Modern, Toko Kopi Bubuk di Bogor Ini Berdiri Kokoh dengan Peminatnya Sendiri
Ragam Kopi Rempah di Indonesia, Lebih Menyehatkan dari Seduhan Kopi Biasa
4 Warung Kopi Populer dan Legendaris di Pontianak, Hadirkan Pengalaman Unik Masing-masing