Kabar BUMN - Masyarakat Jawa masih menjalankan sejumlah upacara adat yang dianut secara turun temurun.
Sebagian besar upacara adat ini berakar dari tradisi Hindu dan Buddha, lalu diadopsi ke budaya dan tradisi Jawa.
Karena keunikan dan filosofinya, sejumlah upacara adat ini menjadi atraksi budaya yang ditunggu-tunggu.
Baca Juga: Bertenda di Tepi Danau Buyan, Alternatif Wisata Selain Pantai di Bali
1. Nyadran
Tradisi ini sering dilakukan di bulan Ramadan.
Upacara ini sebenarnya berakar dari tradisi Hindu-Buddha yang dinamakan shraddha.
Artinya upacara penghomatan pada leluhur.
Pada masa penyebaran agama Islam di Jawa oleh Wali Songo, tradisi ini diadaptasi.
Baca Juga: Masih Sepi Pengunjung, Hidden Gem Bali Ini Juga Gratis Tiket Masuk
Para wali memasukkan nilai Islam seperti membaca Al-Quran, tahlilan, dan doa saat Nyadran.
Tradisi ini meliputi acara mendoakan arwah, membersihkan makam, dan makan bersama seluruh kerabat.
Biasanya nyadran dilakukan beberapa hari sebelum bulan Ramadan.
Baca Juga: Bogor Rasa Ubud, Terasering Cisalada Jadi Spot Foto-foto Hits dengan Latar Persawahan Memukau
2. Larung sesaji
Tradisi larung sesaji biasanya dilakukan masyarakat di daerah pesisir pantai.
Artikel Terkait
12 Tahun PLTP Ulumbu Beroperasi, Warga Poco Leok NTT Sambut Hangat PLN dalam Upacara Adat Penti
4 Upacara Adat Yogyakarta yang Sudah Menjadi Tradisi Ratusan Tahun, Pelaksanaannya Selalu Menarik Perhatian Turis
Khidmat dan Penuh Makna, Ini Upacara Adat di Bali yang Pelaksanaannya Juga Diminati Turis
Upacara Adat Suku Tengger yang Menarik Perhatian Orang Karena Unsur Mistismenya yang Kuat
Eksplorasi BIT-001 Dimulai dengan Upacara Adat, SKK Migas–PEP Papua Hadir Langsung
Upacara Adat Beberapa Suku Bangsa di Indonesia yang Menjadi Atraksi Wisata Karena Keunikannya