Waspadai Gejala Awal Diabetes Tipe 1 pada Anak, Jangan Sampai Terlambat!

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 13 September 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi - Kenali gejala awal diabetes tipe 1 pada anak yang sering dianggap sepele. Waspada sejak dini agar diagnosis cepat dan penanganan lebih efektif. (Freepik/jcomp)
Ilustrasi - Kenali gejala awal diabetes tipe 1 pada anak yang sering dianggap sepele. Waspada sejak dini agar diagnosis cepat dan penanganan lebih efektif. (Freepik/jcomp)

Kabar BUMN - Mengenali tanda awal penyakit pada anak memang tidak selalu mudah. Banyak orangtua mengira perubahan kecil hanyalah bagian dari fase tumbuh kembang.

Padahal, ada gejala tertentu yang bisa menjadi peringatan serius, salah satunya terkait diabetes tipe 1.

Penyakit ini bisa menyerang anak-anak tanpa faktor keturunan sekalipun, sehingga kewaspadaan sangat dibutuhkan.

Baca Juga: September Makin Seru, KAI Tawarkan Tiket Kereta Diskon 20 Persen, Gimana Caranya?

Bukan Karena Genetik

Diabetes tipe 1 bukanlah penyakit yang diturunkan dari orangtua. Kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel penghasil insulin.

Faktor lingkungan, termasuk infeksi virus, juga dapat memicu terjadinya penyakit ini. Itulah sebabnya meski orangtua tidak memiliki riwayat diabetes tipe 1, anak tetap berisiko mengalaminya.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Teguhkan Komitmen untuk Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Gejala yang Sering Disepelekan

Kebiasaan ngompol yang muncul kembali setelah lama hilang bisa menjadi sinyal penting. Banyak orangtua menganggapnya hanya masalah tidur atau pola minum, padahal ini bisa mengarah pada diabetes tipe 1.

Gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain sering buang air kecil, banyak makan, mudah haus, dan berat badan yang turun drastis.

Baca Juga: Lewat Pelatihan, IDM Bantu Tingkatkan Kapasitas Koperasi Desa Merah Putih Borobudur

Risiko Salah Diagnosis

Di Indonesia, masih banyak anak yang terlambat mendapatkan penanganan karena gejala awalnya mirip dengan penyakit lain. Beberapa kasus bahkan sempat diduga sebagai usus buntu hingga dilakukan operasi.

Kesalahan diagnosis ini berbahaya, karena anak bisa mengalami kondisi gawat darurat yang disebut ketoasidosis diabetik bila tidak segera ditangani.

Baca Juga: Pertamina Dorong Kemandirian Desa Sragen Lewat Akses Air Bersih dan Pelatihan

Pentingnya Kesadaran Orangtua

Kurangnya pemahaman membuat sebagian besar pasien anak datang ke rumah sakit dalam kondisi parah.

Hal ini seharusnya tidak terjadi jika orangtua lebih peka terhadap perubahan kecil pada anak. Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, diagnosis bisa dilakukan lebih cepat, sehingga perawatan pun lebih efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini