Museum Bustanil Arifin: Pintu Masuk untuk Mengenal Budaya Minangkabau Lebih Dekat

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 5 November 2025 | 15:30 WIB
Museum Bustanil Arifin di Padang Panjang adalah wisata edukasi budaya Minangkabau yang menyajikan rumah gadang, perpustakaan arsip sejarah, hingga pengalaman memakai pakaian adat. (fadilamum.com)
Museum Bustanil Arifin di Padang Panjang adalah wisata edukasi budaya Minangkabau yang menyajikan rumah gadang, perpustakaan arsip sejarah, hingga pengalaman memakai pakaian adat. (fadilamum.com)
  • Wisatawan Nusantara: Rp 10.000

  • Wisatawan Mancanegara: Rp 25.000

  • Tiket dapat dibeli langsung di pintu masuk museum tanpa reservasi.

    Baca Juga: Melalui Program TJSL, Pertamina Tanamkan Kesadaran akan Energi Bersih dan Berkelanjutan

    Daya Tarik Museum Bustanil Arifin

    1. Rumah Gadang Otentik

    Bangunan museum berbentuk rumah gadang yang dibuat mengikuti nilai budaya Minangkabau. Bentuk jendela yang tidak simetris dan susunan tiang rumah menggambarkan filosofi adat yang dalam.

    Semua informasi mengenai makna setiap bagian dari rumah gadang bisa dipelajari saat berkunjung.

    Baca Juga: Kuliner Peranakan di Surabaya, dari Kue Manis Sampai Menu Gurih

    2. Kostum Adat Minangkabau

    Pengunjung dapat mencoba pakaian adat Minang dan berfoto di area khusus:

    • Dewasa: Rp 50.000

    • Anak-anak: Rp 20.000

    Baca Juga: Dukung Konservasi Sungai Cipinang, Grup MIND ID Terlibat Penanaman Pohon dan Pelepasan Ikan

    3. Koleksi Arsip dan Dokumentasi

    Di dalam museum, terdapat perpustakaan yang berisi buku serta foto sejarah perkembangan Kota Padang Panjang.

    Koleksi buku yang disimpan merupakan salinan dari dokumen asli dengan berbagai bahasa, seperti Belanda, Melayu, Arab, Inggris, hingga bahasa Minang.

    Baca Juga: Dukung Konservasi Sungai Cipinang, Grup MIND ID Terlibat Penanaman Pohon dan Pelepasan Ikan

    Kenapa Kamu Harus Mampir?

    Museum ini bukan hanya tempat melihat benda-benda bersejarah, tapi juga ruang untuk memahami bagaimana budaya Minangkabau hidup dan berkembang.

    Halaman:
    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

    Editor: Amalia R

    Tags

    Artikel Terkait

    Terkini