Tujuannya sebagai tempat berolahraga, lengkap dengan danau di tengahnya.
Nama Kambang Iwak diambil dari bahasa Palembang yang artinya kolam ikan.
Baca Juga: Mau ke Keraton Surakarta? Sabar Dulu, Akses Wisata Ditutup karena Proses Pergantian Raja
Taman seluas 5 hektare ini dipenuhi pohon trembesi yang rimbun dan sampai sekarang tumbuh dengan baik.
Karena banyak pohon juga pengunjung yang datang bisa mendengarkan suara burung setiap paginya.
Saat ini Taman Kambang Iwak sudah dilengkapi jogging track, area bermain, keran air siap minum, dan hotspot gratis.
Baca Juga: Goa Petruk, Pesona Karst yang Hanya Terlihat oleh Mereka yang Berani Masuk
3. Taman Bukit Baru
Taman di Pangkalpinang, Bangka Belitung ini dibangun tahun 1913-1918.
Pembangunannya bersamaan dibukanya pemukiman karyawan tambang timah. Pada masa residen AJN Engelenberg.
Saat dibangun taman dilengkapi toren raksasa yang sampai sekarang masih berdiri tegak.
Baca Juga: 5 Surga Bahari di Indonesia untuk Menikmati Libur Nataru Ala Tropis
Saat ini Taman Bukit Baru sudah direvitalisasi dan jadi taman favorit warga.
Taman dilengkapi dengan alat kebugaran, seperti elliptical machine, air walker, horse rider outdoor dan jogging track.
Taman dirancang sebagai tempat bersantai dan olah raga yang gratis.
Baca Juga: 7 Ragam Kuliner Khas Palembang yang Menggugah Selera, Pempek hanya Salah Satunya
4. Taman Cermen
Dulu namanya Tjerme Plein, lokasinya di jalan Cermen, Malang.
Artikel Terkait
Tinggal Kenangan, Ini Tempat Tuan dan Noni Belanda Dulu Bergaul di Jakarta
Penjara Bagi Pembangkang Belanda Sampai Menjadi Cagar Budaya, Inilah Kisah Penjara Kalisosok, Surabaya
Ragam Pastri dan Kue Belanda yang Sudah Menjadi Bagian Kuliner Indonesia
Penjara Huis van Behauring, Bengkalis, Saksi Kekejaman Kolonialisme Belanda
Menelusuri Gua Belanda, Saksi Bisu Masa Kolonial di Bandung yang Penuh Misteri
Garuda Indonesia Angkut Benda-benda Bersejarah Warisan Bangsa yang Disimpan di Belanda