Bubur disajikan dengan bawang putih goreng, telur rebus, serta daun bawang dan fish sauce.
Baca Juga: Pantai Lamaru Balikpapan, Pantai Teduh yang Dekat Kota dan Ramah Liburan
3. Taci si înghite
Bubur asal Romania, Eropa Timur ini tidak menggunakan beras, melainkan polenta (bubuk dari butiran jagung).
Polenta dimasak dengan susu dan air sampai matang.
Setelah itu beri topping keju, sour cream, sosis, bacon dan telur.
Untuk memberikan tekstur yang lebih berkrim sering juga ditambahkan dengan butter.
Baca Juga: 5 Spot Kuliner Wajib Coba di Jalan Braga yang Bikin Kamu Betah Nongkrong
4. Pirão
Menu dari Brazil ini dipercaya merupakan salah satu kuliner penduduk asli Brazil.
Bahan dasar Pirão adalah manioc atau tepung singkong yang dimasak dengan kaldu.
Bisa itu kaldu ikan, ayam, atau sapi. Ditambahkan sejumlah bumbu, seperti minyak, bawang putih, garam dan merica.
Pirão sering dinikmati bersama nasi dan aneka lauk, seperti daging ayam, sapi, atau aneka boga bahari.
Baca Juga: Leuwi Asoka Bogor: Trekking 12 Menit Menuju Kolam Alami Superjernih
5. Bissara
Meru yang populer di Mesir dan Maroko ini terbuat dari kacang polong yang dibuat jadi puree.
Puree ini masak sampai lembut, setelah itu diberi bumbu seperti minyak zaitu, perasan lemon dan bawang putih.
Bissara biasa dimakan dengan roti kering.
Artikel Terkait
5 Kuliner Indonesia yang Masuk Daftar 100 Makanan Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas
Kuliner Timur Tengah Terbaik Versi Taste Atlas, Cukup Mudah Ditemukan di Indonesia
Varian Hotpot Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas
Ragam Pastri yang Mendunia Versi Taste Atlas, Nomor Satu Mudah Ditemui di Indonesia
Hidangan Bakso Terbaik di Seluruh Dunia Versi Taste Atlas
Ragam Salad Thailand Terfavorit Versi Taste Atlas