Kabar BUMN - Kyoto punya hidden gem kuliner di jalan kecil, yaitu Pontocho.
Tempat ini sudah terkenal lama sebagai daerah kuliner dan sekarang semakin dikembangkan.
Pontocho diposisikan untuk tempat makan dan minum malam.
Di dalam pontocho terdapat beragam tempat makan tradisional dengan harga terjangkau.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata Ikonik di Pattaya, Thailand yang Wajib Masuk Daftar Liburanmu
Sejak zaman Edo
Pontocho salah satu jalan kecil di sebelah barat Sungai Kamo. Terbentang dari Shijo-dori sampai Sanjo-dori.
Lorong kecil ini terbentuk sejak zaman Edo sekitar abad 16.
Pada masa itu sekitar Sungai Kamo dijadikan tempat perahu berlabuh di Kyoto, yang saat itu ibu kota Jepang.
Banyak orang yang mencari tempat singgah untuk makan atau minum teh.
Baca Juga: Kuliner Khas Pulau Lembata, Didominasi Hasil Laut dan Olahan Jagung
Sekitar abad 17 mulai berdiri tea house dan penginapan sederhana di pinggiran Sungai Kamo.
Lorong Pontocho di dekat sungai kecipratan untung. Pedagang ikut membuka kedai dan tea house.
Sekitar tahun 1859 dikeluarkan izin bagi para geisha untuk menghibur tamu di tea house di Pontocho.
Baca Juga: Pesona Pulau Lembata, NTT, yang Dianugerahi Pantai-pantai Memesona dan Budaya Berburu Paus yang Unik
Artikel Terkait
4 Tempat Wisata Gratis di Kyoto, Mulai dari Jalur Unik Sampai Kuil Indah Bersejarah
4 Kawasan Paling Aman dan Strategis untuk Mencari Penginapan di Kyoto, Jepang
Tenangnya Ine di Kyoto, Venice-nya Jepang Tetapi dengan Karakter dan Budaya Khasnya Sendiri
Ragam Hidangan dengan Unsur Matcha di Kyoto, Varian Menunya Lebih Unik dari Lainnya
Di Tengah Overtourism Kyoto, Ini Tempat Wisata yang Terbilang Masih Sepi
4 Lokasi Wisata Kuliner Terbaik di Kyoto, dari yang Teramai Sampai yang Bisa Dimasuki dengan Tenang