Ini juga yang membuat Pontocho semakin ramai pengunjung.
Di era modern sisa kedai dan tea house masih dipertahankan. Sekarang ditambah izakaya, rumah makan.
Beberapa tea house masih menyediakan geisha tentu saja dengan harga yang fantastis.
Baca Juga: Susah Tidur Tiap Malam? Ini Tips Mengatasi Insomnia yang Bisa Kamu Coba
Tempat hiburan malam
Meskipun jalannya sempit dan kecil tapi Pontocho sangat cantik. Atmosfernya mempertahankan gaya lama.
Bangunannya banyak yang terbuat dari kayu dengan lampion merah yang aestetik.
Pontocho mulai berdenyut sejak sore hingga tengah malam hari.
Rata-rata beroperasi dari jam lima sore sampai jam sebelas malam.
Baca Juga: Promo Akhir Januari 2026! Warga Jakarta Timur Bisa Masuk TMII Buy 1 Get 1 pada 30 Januari
Ada satu atau dua tempat makan yang buka khusus untuk makan siang.
Bila ingin bersantai lama dengan harga terjangkau bisa ke izakaya.
Kombinasi bar dan tempat makan ini menawarkan menu yakitori dan aneka bakaran yang murah.
Minumannya kebanyakan alkohol, seperti bir atau sake.
Baca Juga: Turun di Stasiun Bandung? Ini 5 Tempat Wisata Seru yang Bisa Kamu Kunjungi Tanpa Ribet
Artikel Terkait
4 Tempat Wisata Gratis di Kyoto, Mulai dari Jalur Unik Sampai Kuil Indah Bersejarah
4 Kawasan Paling Aman dan Strategis untuk Mencari Penginapan di Kyoto, Jepang
Tenangnya Ine di Kyoto, Venice-nya Jepang Tetapi dengan Karakter dan Budaya Khasnya Sendiri
Ragam Hidangan dengan Unsur Matcha di Kyoto, Varian Menunya Lebih Unik dari Lainnya
Di Tengah Overtourism Kyoto, Ini Tempat Wisata yang Terbilang Masih Sepi
4 Lokasi Wisata Kuliner Terbaik di Kyoto, dari yang Teramai Sampai yang Bisa Dimasuki dengan Tenang