Sambal lethok
Disebut juga sambal tumpak, sambal ini populer di Klaten, tetapi diakui juga berasal dari Ngawi, Jawa Timur.
Sambal ini berbahan utama tempe busuk, yang membuat aroma sambal tajam tapi lezat.
Untuk sambalnya dari cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang putih, bawang merah, kencur, dan gula.
Tempe busuk yang sudah digerus dicampur sambal dan santan. Setelah itu dimasak sampai matang.
Baca Juga: Perut Cepat Lapar Saat Puasa? Bisa Jadi Karena Menu Sahur Ini
Sambal cabuk
Sambal dari Wonogiri ini sudah mulai langka dan hanya bisa ditemukan di pasar tradisional di kabupaten itu.
Tampilannya cenderung mirip otak-otak dibandingkan sambal. Warnanya hitam dari biji wijen.
Biji wijen disangrai, ditumbuk halus bersama cabai merah, bawang merah, gula, dan daun kemangi.
Seluruh bumbu ditambahkan parutan kelapa, dibungkus daun pisang, dikukus, setelah itu dibakar.
Baca Juga: Bakeri Viral di Bali yang Direkomendasikan untuk Sarapan
Sambal banci
Sambal banci diperuntukkan bagi orang yang tidak tahan pedas.
Sambal dari Banyumas ini rasanya cenderung manis dan tidak menggunakan cabai merah.
Sambal terdiri atas kelapa parut, bawang merah, bawang putih, terasi, kencur, asam jawa, gula merah.
Sambal banci sering dinikmati bersama nasi jagung.***
Artikel Terkait
5 Jenis Sambal dari Indonesia Timur, Beberapa Rasanya Pedas Menyegarkan, Lainnya Sangat Pedas
5 Jenis Sambal Khas Jawa Barat, Dimakan dengan Nasi Hangat dan Lalap pun Sudah Lezat
Tidak Cuma Sambal Matah, Bali Punya Beragam Jenis Sambal Pedas Lain yang Bisa Membakar Lidah
Mencicipi Beragam Sambal Khas Nusantara, Sajikan Kekayaan Rasa Pedas dari Sabang sampai Merauke
Keragaman Sambal Khas Belitung, dari Sambal Rusip Sampai Sambal Serai
Beragam Jenis Sambal Khas Jawa Timur, Beda Bahan Pembuatnya, Sama-sama Membuat Napsu Makan
Ragam Sambal dari Sumatra Barat, Lebih dari Sekadar Rasa Pedas