Kabar BUMN - Kalau di sebagian daerah, nasi goreng identik dengan kecap manis, telur, dan kerupuk, tidak begitu di daerah lainnya.
Keragaman nasi goreng ini mungkin terjadi karena dipengaruhi akulturasi budaya dan kekayaan bahan baku lokal.
Beberapa daerah di Indonesia memodifikasinya dengan menambahkan bumbu atau bahan yang khas.
Baca Juga: Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum dengan Sengaja
Nasi goreng babat
Nasi goreng dari Semarang ini mudah ditemukan di kaki lima, terutama di kawasan Simpang Lima.
Nasi goreng ini pertama kali dijual di 1960-an. Penjual pertamanya pedagang nasi goreng di Simpang Lima.
Meskipun babat terkenal dagingnya alot tapi babat untuk nasi goreng ini sangat empuk dan lezat.
Baca Juga: Libur Ramadan 2026 di Jakarta? Cek Info Terbaru Dufan Mulai Jam Buka hingga Harga Tiketnya
Rahasianya di proses pembuatan babat.
Saat merebus, daging babat dicampur dengan rempah-rempah seperti daun salam, serai, lengkuas dan garam.
Ini yang membuat dagingnya tidak bau dan sangat empuk.
Nasi goreng babat dihidangkan dengan tambahan telur dadar, kerupuk, tomat dan mentimun.
Baca Juga: Kota Tua Jakarta Tetap Bisa Dikunjungi Saat Ramadan, Simak Jadwal Terbarunya
Nasi goreng padang
Populer dengan gudang masakan berempah, begitu pula dengan nasi goreng khas Padang.
Artikel Terkait
Es Tradisional dari Jawa Tengah, Penyegar Dahaga Sebelum Indonesia Mengenal Es Krim
Cicip Soto dari Berbagai Penjuru Indonesia, Favoritmu yang Mana?
Minuman Fermentasi Tradisional Indonesia, Tidak Semuanya Mengandung Alkohol
Aneka Minuman Tradisional Indonesia Berbahan Jahe, Menghangatkan Badan dan Meningkatkan Imunitas Tubuh
Sup Khas Indonesia yang Menghangatkan Badan Karena Berbumbu Rempah