Kabar BUMN - Timur Tengah memegang tradisi berbuka puasa bersama yang kuat.
Tradisi berbuka puasa bersama ini telah dipraktekkan mulai dari awal penyebaran Islam di Timur Tengah.
Tidak hanya tradisinya, menu yang disajikan pun turut dipertahankan, yang kebanyakan berupa hidangan lokal.
Baca Juga: Melintas JTTS Saat Ramadan? Ini Rekomendasi Tempat Berbuka yang Bisa Disinggahi
Mandi
Menu berbuka puasa yang selalu hadir di bulan Ramadan di Arab Saudi adalah mandi.
Kata mandi diambil dari kata nada.
Dalam bahasa Arab artinya embun, merujuk pada tekstur daging yang sedikit basah dan empuk.
Menu ini asalnya dari Hadramaut di Yemen tapi sudah menjadi bagian dari kuliner di Arab Saudi.
Terdiri atas nasi dengan aneka rempah dan dimasak dengan daging, bisa domba, kambing, ayam, atau unta.
Semua bahan dimasak di tanoor (panci tradisonal dari tanah liat). Diberi tambahan tomat, cabai hijau, minyak.
Baca Juga: Agar Puasa Tetap Semangat, Coba 5 Cara Sederhana Ini
Shorbat adas
Untuk membatalkan puasa, masyarakat Yordania selalu memulainya dengan shorbat adas dan roti pitta.
Shorbat adas sejenis sup lentil merah yang dimasak dengan bumbu kunyit, adas, kayu manis, parsley dan lemon.
Artikel Terkait
7 Hidangan Iftar Khas dari Berbagai Negara di Dunia, Bisa Jadi Pilihan Menu Berbuka Puasa di Akhir-akhir Ramadan
Fakta Menarik Kurma dan Satu Alasannya Ini Menjadi Pilihan Menu Berbuka Puasa Banyak Orang
Kuliner Khas Timur Tengah dengan Bahan Dasar Kurma, Bisa Jadi Variasi Menu Berbuka Puasa
Olahan Kurma dari Seluruh Dunia, Semakin Mudah Ditemukan di Saat Ramadan untuk Menu Berbuka Puasa
Ragam Olahan Ikan di Indonesia yang Kaya Protein dengan Rasa Menggoda, Bisa Jadi Pilihan Menu Berbuka Puasa
Menu Berbuka Puasa Khas Malaysia, Mudah Ditemukan di Kaki Lima di Kuala Lumpur