5 Menu Tradisional untuk Berbuka Puasa di Negara-negara Timur Tengah

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 26 Februari 2026 | 15:30 WIB
Mandi berupa nasi yang dibumbui aneka rempah dan dimasak dengan daging, bisa domba, kambing, ayam, atau unta.  (ahlanmandi.uae)
Mandi berupa nasi yang dibumbui aneka rempah dan dimasak dengan daging, bisa domba, kambing, ayam, atau unta. (ahlanmandi.uae)

Kabar BUMN - Timur Tengah memegang tradisi berbuka puasa bersama yang kuat.

Tradisi berbuka puasa bersama ini telah dipraktekkan mulai dari awal penyebaran Islam di Timur Tengah.

Tidak hanya tradisinya, menu yang disajikan pun turut dipertahankan, yang kebanyakan berupa hidangan lokal.

Baca Juga: Melintas JTTS Saat Ramadan? Ini Rekomendasi Tempat Berbuka yang Bisa Disinggahi

Mandi
Menu berbuka puasa yang selalu hadir di bulan Ramadan di Arab Saudi adalah mandi.

Kata mandi diambil dari kata nada.

Dalam bahasa Arab artinya embun, merujuk pada tekstur daging yang sedikit basah dan empuk.

Baca Juga: Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur yang Patut Diwaspadai, Gangguan Pencernaan hingga Risiko Asam Lambung 

Menu ini asalnya dari Hadramaut di Yemen tapi sudah menjadi bagian dari kuliner di Arab Saudi.

Terdiri atas nasi dengan aneka rempah dan dimasak dengan daging, bisa domba, kambing, ayam, atau unta.

Semua bahan dimasak di tanoor (panci tradisonal dari tanah liat). Diberi tambahan tomat, cabai hijau, minyak.

Baca Juga: Agar Puasa Tetap Semangat, Coba 5 Cara Sederhana Ini

Shorbat adas
Untuk membatalkan puasa, masyarakat Yordania selalu memulainya dengan shorbat adas dan roti pitta.

Shorbat adas sejenis sup lentil merah yang dimasak dengan bumbu kunyit, adas, kayu manis, parsley dan lemon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: nationalgeograhic.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini