Fakta Menarik Bedug, Ternyata Ada Peran Besar Laksamana Cheng Ho dalam Penyebarannya di Pulau Jawa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 9 Maret 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi. Keberadaan bedug diperkirakan sejak zaman prasejarah, tepatnya zaman logam sekitar 2.500 tahun lalu. (kangnawar.net)
Ilustrasi. Keberadaan bedug diperkirakan sejak zaman prasejarah, tepatnya zaman logam sekitar 2.500 tahun lalu. (kangnawar.net)

Dulu bedug lebih sering dibuat dari kulit kambing, kerbau, bahkan banteng untuk bunyi yang terbaik.

Baca Juga: Ide Hampers Lebaran untuk Sahabat dan Keluarga yang Berkesan dan Bermanfaat

Proses pengulitan hewan ini cukup lama dan ada pakemnya.

Ketebalan kulit hewan pada bagian tengah lebih tebal dibandingkan kulit di sebelah pingir.

Ini sengaja dilakukan untuk menghasilkan suara yang berbeda saat dipukul di tengah atau di samping.

Baca Juga: NgabubuDrift Mandalika Digelar Hari Ini, Pengunjung Bisa Menikmati Drift dan Sunset Tanpa Tiket

Biasanya kulit hewan direndam dalam air sekitar 5-10 menit. Setelah itu dijemur dengan cara digelar.

Setelah kering baru diukur diameternya dan dipasangkan pada kayu bonggol atau rangka.

Proses penempelan kulit pada rangka kayu menggunakan tali dan paku yang dipantek di sepanjang pinggir bedug.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: historia.id, intisari.grid.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini