Dulu bedug lebih sering dibuat dari kulit kambing, kerbau, bahkan banteng untuk bunyi yang terbaik.
Baca Juga: Ide Hampers Lebaran untuk Sahabat dan Keluarga yang Berkesan dan Bermanfaat
Proses pengulitan hewan ini cukup lama dan ada pakemnya.
Ketebalan kulit hewan pada bagian tengah lebih tebal dibandingkan kulit di sebelah pingir.
Ini sengaja dilakukan untuk menghasilkan suara yang berbeda saat dipukul di tengah atau di samping.
Baca Juga: NgabubuDrift Mandalika Digelar Hari Ini, Pengunjung Bisa Menikmati Drift dan Sunset Tanpa Tiket
Biasanya kulit hewan direndam dalam air sekitar 5-10 menit. Setelah itu dijemur dengan cara digelar.
Setelah kering baru diukur diameternya dan dipasangkan pada kayu bonggol atau rangka.
Proses penempelan kulit pada rangka kayu menggunakan tali dan paku yang dipantek di sepanjang pinggir bedug.***
Artikel Terkait
4 Masjid Indonesia di Amerika Serikat, Dibangun untuk Kebutuhan Ibadah WNI
Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun
Masjid Tjia Kang Ho, Didirikan Keturunan Tionghoa dan Bangunannya Sering Dikira Klenteng
Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia
3 Masjid Tertua di Palembang, Perjalanan Panjang Tempat Ibadah Berusia Beratus-ratus Tahun
Masjid Tuo Kayu Jao, Masjid Tertua di Sumatra yang Dibangun Sekitar Abad ke-17