Rekomendasi Minuman Hangat untuk Buka Puasa, Ada yang Khas Jogja hingga Makassar

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 12 Maret 2026 | 12:30 WIB
Wedang Ronde, salah satu minuman tradisonal Indonesia yang mengandung jahe, cocok diminum saat musim hujan. (Instagram/@chintyajoellie)
Wedang Ronde, salah satu minuman tradisonal Indonesia yang mengandung jahe, cocok diminum saat musim hujan. (Instagram/@chintyajoellie)

3. Sarabba – Makassar

Jika berbuka puasa di Makassar, kamu bisa mencoba Sarabba.

Minuman tradisional ini terbuat dari jahe, santan, gula aren, dan telur. Rasanya manis dengan sedikit sensasi pedas dari jahe yang memberikan kehangatan.

Baca Juga: Deadline Mendekat, Tukar Telkomsel Poin Sekarang untuk Ikut Undi-Undi Hepi 2026

Sarabba biasanya disajikan bersama camilan seperti pisang goreng atau roti bakar, sehingga momen berbuka terasa semakin lengkap.

4. Wedang Ronde dan Sekoteng – Jawa Tengah

Di wilayah Jawa Tengah, minuman seperti Wedang Ronde dan Sekoteng cukup populer.

Baca Juga: Diskon Mudik Pulang–Pergi Bareng DAMRI Cuma Bayar 90%, Serbu Promonya!

Minuman berbahan dasar jahe ini biasanya dilengkapi dengan berbagai isian seperti kacang tanah, bola ketan, hingga kolang-kaling.

Rasanya yang hangat dan sedikit manis membuatnya cocok dinikmati saat berbuka puasa, terutama ketika udara sedang dingin.

5. Bir Pletok – Jakarta

Baca Juga: Perkuat Sinergi dengan Nelayan, PHE WMO Sosialisasikan Industri Migas dan Salurkan Ribuan Paket Bapokting

Dari Jakarta, ada minuman tradisional khas Betawi yang dikenal dengan nama Bir Pletok.

Meski disebut “bir”, minuman ini tidak mengandung alkohol. Bir pletok dibuat dari campuran rempah seperti jahe, kayu manis, kapulaga, dan kayu secang yang memberikan warna merah alami.

Rasa hangat dan aroma rempahnya membuat bir pletok cocok menjadi teman berbuka puasa, terutama ketika cuaca sedang sejuk.

Baca Juga: Berwisata ke Candi Prambanan Hari Senin, Ini Area yang Bisa Dijelajahi

Beragam minuman hangat khas Nusantara ini tidak hanya menawarkan rasa yang unik, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional di berbagai daerah.

Menikmatinya saat berbuka puasa bisa menghadirkan sensasi hangat sekaligus pengalaman kuliner yang berbeda.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Sumber: Instagram @kemenpar.ri

Tags

Artikel Terkait

Terkini