Ragam Makanan Probiotik Tradisional Indonesia, Tidak Kalah dari Yoghurt dan Kimchi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 30 Maret 2026 | 08:30 WIB
Tempe termasuk makanan probiotik yang juga kaya akan protein nabati. (Pixabay)
Tempe termasuk makanan probiotik yang juga kaya akan protein nabati. (Pixabay)

Kabar BUMN - Makanan probiotik banyak yang merupakan hasil fermentasi.

Dalam proses fermentasi, bakteri baik berkembang biak dan mengubah komponen makanan menjadi asam laktat.

Makanan probiotik terpopuler yakni yoghurt dan kimchi, yang memang sudah mendunia.

Tidak kalah dari kedua kuliner itu, Indonesia juga punya makanan probiotik yang tak kalah menyehatkan.

Baca Juga: Lebih Tenang dari Pangandaran, Pantai Batu Karas Jadi Favorit Surfer

Tempe
Tempe terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dengan jamur rhizopus oligosporus.

Kacang kedelai difermentasi selama 2-3 hari sebelum bisa dinikmati.

Saat ini tempe sudah mendunia dan beberapa orang asing pun sudah membuat tempe sendiri di rumah.

Bagi yang tidak mengkonsumsi daging, tempe jadi alternatif nabati yang sehat.

Baca Juga: Taman Nasional Komodo Masuk Daftar Tempat Terindah Dunia 2026, Ini Daya Tarik yang Bikin Mendunia

Peuyeum Bandung mengandung bakteri lactobacillus, lactococcus, leuconostoc, dan pediococus. (Travelingyuk.com)

Peuyeum
Peuyeum atau tapai singkong terbuat dari singkong matang yang dikupas utuh, direbus, lalu diberi ragi.

Ragi yang digunakan mengandung bakteri lactobacillus, lactococcus, leuconostoc, dan pediococus.

Terakhir, singkong digantung selama 2-3 hari sampai empuk dan sedikit berair.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini