Kabar BUMN - Ketupat hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran tiba. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini bukan sekadar pelengkap hidangan, tetapi juga sarat makna.
Tradisi menyajikan ketupat saat Idul Fitri sudah berlangsung turun-temurun dan memiliki filosofi yang mendalam dalam budaya masyarakat Indonesia.
Selain rasanya yang cocok dipadukan dengan berbagai lauk, ketupat juga menjadi simbol penting dalam perayaan hari kemenangan. Tidak heran jika setiap Lebaran, banyak keluarga menyiapkan ketupat sebagai menu utama.
Baca Juga: Pesona Air Terjun Benang Kelambu di Lombok Tengah, Tirai Air Megah di Kaki Gunung Rinjani
Asal-usul Tradisi Ketupat
Tradisi ketupat sering dikaitkan dengan dakwah Sunan Kalijaga yang memperkenalkan simbol-simbol budaya untuk mendekatkan ajaran Islam dengan masyarakat Jawa.
Ketupat kemudian menjadi bagian dari perayaan Lebaran sebagai lambang nilai spiritual dan sosial.
Dalam tradisi tersebut, ketupat tidak hanya dianggap sebagai makanan, tetapi juga media penyampaian pesan moral. Filosofinya berkaitan erat dengan makna saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Baca Juga: Resparking Diperkuat Selama Angleb 2026, Parkir Barat Stasiun Purwokerto Diperluas
Makna Kata “Ketupat”
Secara filosofis, kata ketupat berasal dari istilah “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan.
Makna ini sejalan dengan tradisi saling memaafkan saat Lebaran. Ketika ketupat disajikan, itu menjadi simbol bahwa seseorang telah mengakui kesalahan dan siap memperbaiki diri.
Makna ini juga memperkuat nilai kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat. Ketupat menjadi pengingat bahwa Lebaran bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang mempererat hubungan.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Kulon Progo, Yogyakarta yang Cocok untuk Healing
Filosofi Anyaman Ketupat
Anyaman daun kelapa pada ketupat memiliki arti tersendiri. Pola yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia selama hidup.
Sementara isi beras putih di dalamnya menggambarkan hati yang bersih setelah memohon maaf dan saling memaafkan.
Artikel Terkait
Jelang Lebaran 2026, Kesiapan Tol Yogya–Bawen Jadi Fokus Operasi Ketupat
Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Nasional dalam Persiapan Operasi Ketupat 2026
Setelah Makan Ketupat Lebaran, Ini Cara Efektif Meredakan Kolesterol
Simak! Ini Tips Menyimpan Lontong dan Ketupat Lebaran Agar Tidak Mudah Basi
Ragam Kuliner Indonesia dengan Ketupat, Bisa Dinikmati Tidak Hanya di Hari Lebaran