Sering Bekerja di Depan Komputer, Benarkah Bisa Memicu Saraf Kejepit?

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 21 April 2026 | 18:00 WIB
Bekerja lama di depan komputer bisa meningkatkan risiko saraf kejepit jika postur buruk. Ketahui penyebab dan cara pencegahannya. (Freepik/jcomp)
Bekerja lama di depan komputer bisa meningkatkan risiko saraf kejepit jika postur buruk. Ketahui penyebab dan cara pencegahannya. (Freepik/jcomp)

Kabar BUMN - Bekerja di depan layar komputer sudah jadi rutinitas harian bagi banyak orang.

Aktivitas ini sering dilakukan dalam waktu lama, bahkan tanpa jeda yang cukup.

Hal inilah yang memunculkan kekhawatiran, apakah kebiasaan tersebut bisa berdampak pada kesehatan saraf.

Baca Juga: Pertamina Hulu Mahakam Capai Tahap Sail Away Topside Proyek Mantapu, Siap Dukung Produksi Migas Nasional

Apa Itu Saraf Kejepit?

Kondisi yang sering disebut saraf kejepit atau Herniated Disc terjadi ketika saraf mengalami tekanan dari jaringan di sekitarnya.

Biasanya, tekanan ini berasal dari bantalan tulang belakang yang menonjol atau bergeser dari posisi normal. Gejalanya bisa berupa nyeri, kesemutan, hingga mati rasa di area tertentu.

Baca Juga: Pantai Sawangan Kebumen, Tempat Sempurna Menikmati Laut dengan Panorama Tebing Eksotis

Apakah Duduk Lama Jadi Penyebab?

Duduk lama di depan komputer sebenarnya tidak langsung menyebabkan saraf kejepit. Namun, kebiasaan ini bisa menjadi faktor risiko jika dilakukan dengan posisi yang kurang tepat.

Postur tubuh yang membungkuk atau posisi layar yang tidak sejajar dengan mata bisa memberi tekanan tambahan pada tubuh.

Baca Juga: Spesial Hari Ini! Damri Hadirkan Diskon Khusus untuk Perempuan

Peran Postur dan Tulang Belakang

Masalah ini berkaitan erat dengan kondisi Tulang Belakang sebagai penopang utama tubuh. Saat kamu duduk dalam posisi tidak ergonomis, beban pada tulang belakang meningkat.

Jika terjadi terus-menerus, hal ini dapat memicu gangguan pada bantalan tulang dan berujung pada tekanan saraf.

Baca Juga: Pertamina EP Tarakan Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Sosialiasis dan Edukasi Kebakaran

Kurang Gerak Bisa Memperburuk Kondisi

Selain postur, kurangnya aktivitas fisik juga berperan besar. Tubuh yang terlalu lama diam membuat otot-otot penopang melemah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini