Penjual sate setono kebanyakan kaki lima. Mereka berjualan di warung kecil dan gerobakan.
Kebanyakan berjualan di malam hari.
Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Stres Setelah Terkena PHK dan Menganggur
Ciri khasnya warna daging ayam cenderung kekuningan karena diungkep rempah-rempah.
Potongan dagingnya tidak sebesar sate Pak Tukri dan sate ayam Purbosuman.
Bumbu satenya terkenal paling lezat dengan warna lebih cerah dibanding sate lain.
Sate setono dilengkapi sambal yang sangat pedas.
Sate Purbosuman
Sate Purbosuman lokasinya paling strategis karena berada di tengah kota.
Pedagang sate ini bisa ditemui di daerah Ngepos, Kelurahan Purbosuman.
Jaraknya sekitar 5 menit dari alun-alun Ponorogo. Sering disebut juga sate ngepos.
Baca Juga: Museum Karst Indonesia, Satu-satunya Museum Tentang Gua dan Pengunungan Kapur di Dunia
Sate jenis ini ukurannya sedang, tidak sebesar sate ayam Pak Tukri dan tidak sekecil sate setono.
Sate dibakar langsung saat daging masih mentah, lalu diolesi kecap dan minyak sayur.***
Artikel Terkait
Ragam Jenis Sate dari Yogyakarta, Unik dan Sedikit Ekstrem yang Ada di Yogyakarta
Ragam Sate dari Sulawesi, Bahan Bakunya Manfaatkan Kekayaan Lautnya, Bumbunya dari Sambal yang Sudah Populer
Tidak Hanya Satu Jenis, Sate Madura Ternyata Beragam, Kebanyakan Belum Populer di Daerah Lain
4 Jenis Sate dari Tegal, Dagingnya Sangat Berbeda dari Kebanyakan, Tapi Semuanya Lezat
Ragam Sate Khas Solo, Manis dan Tidak Melulu Terbuat dari Daging Hewan