Kabar BUMN - Bir identik dengan minuman dingin hasil fermentasi malt (sejenis gandum) dan mengandung alkohol.
Berbeda dengan di Indonesia, orang bisa menemukan bir tradisional tanpa mengandung alkohol.
Bir tradisional ini menggunakan ramuan lokal dari rempah-rempah yang juga menghangatkan tapi menyehatkan.
Baca Juga: Cara Menentukan Niche yang Tepat agar Konten Cepat Viral di Media Sosial
Bir pletok
Ini bir tanpa alkohol yang paling populer di Indonesia. Aslinya berasal dari Betawi.
Minuman tradisional ini muncul pada masa kolonial sebagai cara menyindir masyarakat Belanda.
Mereka membuat tampilannya seperti bir tapi tanpa alkohol sama sekali.
Baca Juga: Ragam Makanan Probiotik Asli Indonesia yang Mudah Didapat di Pasar Tradisional
Dinamakan bir pletok karena saat botol dibuka, tutupnya mengeluarkan bunyi pletok.
Bahannya berupa jahe, kayu manis, cengkeh, pala, kapulaga, sereh, daun pandang, kayu secang, dan pemanis gula.
Bir pletok sering disajikan pada berbagai acara adat Betawi, juga mudah ditemukan di rumah makan Betawi.
Setiap Pekan Raya Jakarta pun bir pletok selalu dijual.
Baca Juga: 3 Jenis Sate Ponorogo, Tampilan Serupa, Racikannya Berbeda
Bir kotjok
Bir ini berasal dari Bogor, tepatnya dari jalan Suryakencana, yang populer sebagai surga kuliner kota hujan.
Artikel Terkait
Minuman Fermentasi Tradisional Indonesia, Tidak Semuanya Mengandung Alkohol
Aneka Minuman Tradisional Indonesia Berbahan Jahe, Menghangatkan Badan dan Meningkatkan Imunitas Tubuh
4 Olahan Ayam Tradisional Jawa, Tidak Hanya Lezat tapi Punya Nilai Filosofis
Ragam Makanan Probiotik Asli Indonesia yang Mudah Didapat di Pasar Tradisional