Kabar BUMN - Perubahan cuaca akibat El Nino menyebabkan kenaikan suhu udara sekitar 0,5 derajat celsius dari rata-rata suhu bulanan yang normal. Bahkan bisa juga lebih.
Kondisi suhu panas ektrem sangat tidak baik untuk kesehatan dan bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
Lantas seperti apakah kondisi yang disebut dengan panas ekstrem? Yang tergolong panas ekstrem bila sudah di atas 40 derajat celsius.
Baca Juga: Memasuki Musim Kemarau, Perhutani KPH Bandung Bersama LMDH Lakukan Aksi Siaga Kebakaran Hutan
Pada kondisi seperti ini orang bisa mengalami dehidrasi, pusing, linglung, pingsan dan mual. Tidak jarang bisa membuat orang beberapa orang pingsan atau mengalami heat stroke.
Beberapa kelompok yang rentan seperti orang tua dan anak-anak bisa mengalami nyeri sendi dan kejang-kejang. Jadi jangan anggap enteng suhu panas yang ekstrem, ya.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi suhu panas yang ekstrem, yaitu:
Baca Juga: Hati-Hati Heat Stroke Akibat Suhu Panas Terlalu Tinggi
1. Minum air yang banyak
Suhu panas yang esktrem membuat orang berkeringat lebih sering dari biasanya. Tanpa disadari tubuh pun kekurangan air.
Tambahkan frekuensi minum air. Bila biasanya delapan gelas sehari, tambahkan lebih banyak meminum air putih.
Walau pun berada dalam ruangan ber-AC tetapi di suhu luar yang ekstrem, secara tidak langsung tetap memengaruhi tubuh. Jadi tambahkan jumlah asupan air putih.
Baca Juga: Bosan Dengan Air Putih? Supaya Tubuh Tetap Terhidrasi, Ini Alternatif Minuman yang Sama Sehatnya
2. Lindungi diri dari sinar matahari
Dalam suhu panas yang ekstrem, lindungi kaca jendela dari sengatan sinar matahari. Terutama di jam-jam matahari yang sangat menyengat seperti jam 12 sampai jam 15 siang.
Tutup jendela dengan setengah tirai. Tutup juga kisi-kisi jendela agar partikel debu panas tidak masuk ke dalam ruangan. Ini bisa menyebabkan batuk dan pilek.
Baca Juga: Jangan Abaikan Dehidrasi! Dampaknya Bisa Berat Jika Dibiarkan Berlarut-larut