Khusus untuk keluarga keraton
Di Indonesia, pada awalnya batik adalah seni menghias kain yang diperuntukan untuk keluarga kerajaan.
Baca Juga: Peringati Hari Batik Nasional 2023, KAI Gelar Fashion Batik on The Train and Station
Hanya keluarga keraton Jawa yang bisa menggunakan batik.
Perluasan penggunaan batik dimulai pada masa pergerakan nasional.
Pada tahun 1911, H. Samanhudi, seorang pedagang batik dari Laweyan mendirikan SDI (Serikat Dagang Islam).
Organisasi ini bertujuan memperkuat persatuan pedagang batik.
Dan secara bersamaan banyak tokoh-tokoh pergerakan yang mulai menggunakan batik juga.
Pada akhirnya penggunaan batik pun semakin memasyarakat.
Kartini ikut memasyarakatkan batik
Walaupun lebih dikenal sebagai tokoh pergerakan perempuan, Kartini termasuk orang yang ikut mempromosikan batik.
Bersama dua adiknya, Roekmini dan Kardinah, Kartini sering menggunakan kebaya putih yang dikombinasikan dengan bawahan kain batik.
Batik-batik tersebut karya tangannya sendiri.
Baca Juga: 5 Kampung Batik di Beberapa Penjuru Pulau Jawa, di Jakarta Juga Ada, Lho
Kartini sudah mengenal batik sejak umur 12 tahun ketika dia masuk masa pingitan.