Setelah lelah berjalan-jalan, pengunjung bisa bersantai di banjar adat yang ada di tengah rumah penduduk.
Baca Juga: Savana Tianyar, Tempat Wisata Gratis di Bali yang Keindahannya Setara Padang Rumput di Afrika
Arsitektur tradisional
Yang unik lagi dari desa Penglipuran adalah bentuk rumah-rumah penduduknya.
Mereka masih mempertahankan arstitektur lama. Rumah masih dibangun dari bambu.
Dan konsep rumahnya pun terbilang seragam.
Baca Juga: Punya Rencana Liburan ke Ubud Bali? Ini 10 Rekomendasi Destinasi yang Wajib Dikunjungi!
Semua rumah di desa ini memiliki kamar tidur, ruang tamu, dapur, balai-balai, lumbung dan tempat sembayang.
Bentuk yang seragam ini juga yang membedakan antara Desa Penglipuran dengan desa-desa di Bali yang lain.
Desa Penglipuran buka setiap hari dari jam 08.00 – 17.00 WITA.
Tiket masuk domestik dewasa Rp15.000, anak-anak Rp10.000, mancanegara dewasa Rp30.000 dan anak-anak Rp25.000.***