ragam

Ritual Thudong, yang Dilakukan para Biksu Menjelang Perayaan Trisuci Waisak, Apa Itu?

Minggu, 19 Mei 2024 | 18:30 WIB
Pelepasan Bhikkhu Thudong dari TMII pada Selasa (14/5/2024) bagian rangkaian acara menyambut perayaan Hari Tri Suci Waisak 2568 BE di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (DOK. InJourney)

Selama berjalan kaki mereka juga melakukan perenungan untuk memenuhi darma atau kewajiban.

Baca Juga: Ikuti Festival Lampion di Candi Borobudur 2024 Sebagai Puncak Perayaan Trisuci Waisak 2568 BE

Ilustrasi. Bhikkhu melakukan Thudong dari Thailand sampai ke Candi Borobudur. (Instagram/@mahakassapathera via olenas.id)

Tidak pandang umur
Setiap bhikkhu bisa melakukan ritual thudong tanpa memandang umur. Yang penting sehat fisik dan rohani.

Ritual thudong cukup menguras energi karena bhikkhu akan terus berjalan kaki.

Rute untuk melakukan ritual ini tidak ada batasan jauh.

Baca Juga: InJourney Ajak Masyarakat Meriahkan Puncak Waisak 2568 BE di Candi Borobudur, Cukup Beli Tiket Wisata Borobudur Tanggal 23 Mei 2024

Untuk ritual thudong dari Thailand sampai Borobudur ini misalnya, ditempuh dalam waktu tiga bulan.

Selama menjalankan ritual ini bhikkhu tidak boleh membawa uang sedikit pun.

Untuk makan dan minum, para bhikkhu akan mendapat makanan atau pindapata dari umat Buddha.

Baca Juga: Aturan yang Harus Dipatuhi Selama Mengikuti Waisak di Borobudur, Hal-hal yang Diwajibkan dan Dilarang Panitia

Jadwal makan pun ketat. Dalam sehari hanya makan 1-2 kali saja. Pagi jam 07.00 dan siang jam 12.00.

Setelah jam 12.00 hanya boleh minum saja.

Dalam sehari minimal perjalanan antara 25-30 kilometer.

Kalau pun panas atau hujan, kepala dan tubuh hanya ditutupi seadanya. Ini benar-benar melatih kesabaran dan mental.

Baca Juga: Hotel HIG Ramai Dikunjungi Tamu Saat Libur Panjang Kenaikan Isa Al Masih 2024, Yuk Nikmati Promo Libur Waisak!

Halaman:

Tags

Terkini