ragam

Kuliner ‘Nelongso’ yang Sekarang Banyak Disuka Orang, Salah Satu Alasannya Karena Ternyata Menyehatkan

Rabu, 26 Juni 2024 | 10:00 WIB
Tiwul yang diolah dengan varian manis. Seiring kebutuhan masyarakat akan makanan sehat, kini tiwul diolah dengan bermacam variasi. (pertanianku.com)

Kabar BUMN - Kuliner baru boleh saja terus bermunculan, tetapi yang tradisional dan tua tetap saja eksis.

Termasuk kuliner tradisional yang dulu lebih banyak dinikmati masyarakat kalangan bawah.

Tidak sedikit kuliner tradisional kalangan bawah tersebut yang kini menjadi kuliner kesukaan banyak orang.

Baca Juga: Ncang, Ncing, Ini 4 Warung Makan di Jakarta untuk yang Mencari Kuliner Khas Betawi yang Masih Otentik dan Melegenda

1. Ikan Asin
Ikan asin dulu identik dengan menu masyarakat bawah yang tidak mampu membeli ikan segar tiap hari.

Sebagai gantinya dibelilah ikan-ikan kecil yang diasinkan. Selain ekonomis, ini lebih tahan lama.

Sekarang ikan asin jadi menu khas Indonesia.

Mulai warteg hingga restoran memasukkan ikan asin dalam menu mereka.

Baca Juga: PMUK PT Timah Tbk Sukses Tingkatkan Usaha Mitra Binaan Hingga Bisa Produksi Ikan Asin Ratusan Kilo Perhari

2. Sate Kere
Dari namanya saja sudah menunjukkan kalau sate ini ditujukan untuk masyarat kelas bawah.

Dalam bahasa Jawa kere artinya miskin.

Sate kere dibuat dari tempe gembus untuk menggantikan daging sapi yang zaman dulu tidak mampu terbeli.

Sekarang penikmatnya sangat beragam. Sate kere banyak ditemui di Pasar Beringharjo,Yogyakarta.

Baca Juga: Rekomendasi Sate Kere Terenak di Solo, Dua Diantaranya Favorit Presiden Jokowi

Sego goreng resek yang mudah ditemukan di Malang, Jawa Timur. (gluttonwanderers.com)

3. Sego goreng resek
Resek dalam bahasa Jawa artinya sampah. Nasi goreng ini khas kota Malang, Jawa Timur.

Halaman:

Tags

Terkini