ragam

5 Kuliner Khas Suku Tengger, Mudah Ditemukan di Kaki Gunung Semeru dan Bromo

Jumat, 26 Juli 2024 | 08:30 WIB
Masakan dari iga yang dimasak dengan tungku pasir sehingga dinamakan iga pasir khas suku Tengger. (jelajahnesia.com)

Nasi ini tidak cepat basi. Rasanya gurih. Dimakannya dengan sayur daun ranti, tahu, tempe, atau ikan.

Baca Juga: Honeymoon di Bromo, Kenapa Tidak? Ini 5 Kegiatan yang Bisa Kamu Nikmati Bersama Pasangan Selama Bulan Madu

3. Keripik kentang
Keripik kentang khas Tengger berbeda dari yang banyak beredar di pasaran.

Keripik dipotong sangat tipis, setelah itu dijemur sehingga kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.

Warna keripiknya kekuningan dengan tekstur yang sangat renyah.

Keriping kentang ini sering dijadikan oleh-oleh. Dijual di toko sekitar Gunung Semeru dan Malang.

Baca Juga: Bromo Hillside, Kafe View 360 Derajat di Kawasan Bromo Tengger Semeru

Sawut kabut Bromo yang dibentuk dalam ukuran mungil. (travelingyuk.com)

4. Sawut kabut Bromo
Sawut kabut Bromo merupakan camilan khas masyarakat Tengger, terutama di daerah Bromo.

Sawut kabut terbuat dari ubi pohon yang diparut, setelah itu direbus sampai berubah kecokelatan.

Rebusan ini kemudian dibentuk sesuai selera. Misalnya kerucut atau gumpalan kecil.

Setelah itu ditaburi kuah gula merah. Kadang ditambahkan juga parutan kelapa, mutiara merah.

Baca Juga: Tidak Usah Pakai Travel Agent, Simak Tips Wisata ke Bromo Tanpa Ikut Open Trip Berikut Ini

5. Wedang pokak
Wedang pokak ini minuman tradisional Jawa Timur.

Terbuat dari campuran serai, jahe, cengkeh, pandan, pekak, kayu manis, jeruk purut dan gula.

Cita rasanya sedikit pedas dan segar.

Halaman:

Tags

Terkini