2. Tahok
Kuliner tahok khas Solo mendapat pengaruh dari kuliner Tionghoa.
Namanya berasal dari kata tao yang artinya kacang kedelai dan hoa yang artinya lumat.
Tahok bisa diterjemahkan sebagai kacang kedelai yang dilumatkan.
Baca Juga: Menyantap Segarnya Timlo Sastro Pasar Gede, Pelopor Timlo di Kota Solo sejak 1958
Sepintas mirip tahu sutra tapi cita rasanya seperti bubur sumsum. Dinikmatinya dengan kuah jahe.
Rasanya lembut, manis, dengan sedikit pedas jahe.
Saat ini hanya tersisa tiga penjual tahok di Solo dan semuanya sudah lanjut usia.
Salah satunya bisa ditemukan di Pasar Gede, yakni Tahok Pak Citro. Satu porsi dijual seharga Rp6.000.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Kuliner Lezat di Pasar Gede Solo, Salah Satunya Langganan Jokowi
3. Cabuk Rambak
Ada beragam kerupuk di Solo. Satu yang mulai langka adalah cabuk rambak.
Cabuk artinya wijen yang jadi bahan utama saus dan rambak atau kerupuk dari kulit sapi atau kerbau.
Cita rasanya gurih karena menggunakan saus dari wijen, kelapa parut sangrai, dan beragam bumbu.
Baca Juga: Kedai Kopi dan Teh Titilaras Solo, Segelas Teh Nikmat yang Kaya Filosofi
Cabuk rambak bisa dinikmati begitu saja atau dimakan bersama gudeg atau nasi liwet.