Dalam mitologi Bali dipercaya barong ini memiliki kekuatan magis.
2. Mapeed
Ini tradisi menjunjung keben bambu (tempat sajen) secara beriring-iringan menuju tempat sembayang.
Yang melakukan mapeed adalah kaum perempuan.
Sebelumnya sesajen sudah disiapkan di rumah. Terdiri atas buah-buahan, bunga dan hiasan janur.
Semua sajen ini dibawa di atas kepala. Iring-iringan menuju pura ini jadi pemandangan yang selalu ditunggu turis.
Baca Juga: Place To Go Ubud, Bali: Rekomendasi Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi
3. Ngejot
Tradisi ngejot adalah kebiasaan masyarakat Hindu untuk membagi-bagikan makanan pada tetangga.
Tetangga ini pun tanpa memandang agama. Baik Hindu dan non-Hindu mendapatkan makanan yang sama.
Ini wujud toleransi beragama di Bali yang terus dilestarikan sampai sekarang.
Baca Juga: Temukan Keindahan Tersembunyi Pantai Batu Telu: Permata Terpencil di Karangasem, Bali
4. Ngelawar
Kegiatan lain selama hari raya Galungan adalah ngelawar. Yakni, tradisi makan bersama-sama.
Tidak sekadar makan saja tapi masyarakat Bali juga sama-sama memasaknya.
Menu utamanya lawar, yang terbuat dari sayuran dicampur daging cincang (biasanya daging babi) dan beragam bumbu.
Bumbu yang digunakan antara lain kunyit, kemiri, bawang merah, bawang putih dan kelapa parut.