ragam

Camilan Unik yang Sangat Khas Gunungkidul, Manfaatkan Kekayaan Alam Sampai yang Sekecil-kecilnya

Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:30 WIB
Peyek rumput laut sekilas mirip peyek bayam. ( Instagram/@mayasefry via id.alongwalker.co)

3. Walang goreng
Dalam bahasa Jawa walang artinya belalang.

Camilan khas Gunungkidul ini terbuat dari belalang yang digoreng kering dan dicampur beragam bumbu.

Sejumlah orang bilang rasanya seperti udang kering.

Walang goreng banyak dijual di pinggir jalan. Satu toples Rp30.000-Rp50.000.

Baca Juga: Bersebelahan dengan Pantai Indrayanti, Pantai di Gunungkidul Ini Tawarkan Pemandangan Khas yang Masih Alami

4. Manggleng
Produk olahan singkong lain yang bisa ditemukan di Gunungkidul adalah manggleng.

Ini keripik yang terbuat dari singkong yang dipotong memanjang, dicampur bumbu, dan dikeringkan.

Setelah itu baru digoreng kering.

Biasanya dijual dalam rasa asin, sekarang sering ditambah dengan rasa lain seperti manis dan pedas.

Baca Juga: Temukan Tantangan di Pantai Ngrawah Gunungkidul, Begitu Tersembunyi, Masih Sepi, dan Menyendiri

5. Peyek jingking
Selain rumput laut, laut di Gunung Kidul kaya akan jinking, sejenis kepiting kecil.

Warga setempatnya menyebutnya sebagai anak kepiting. Ukurannya sejempol orang dewasa.

Jingking sering ditangkap dan diolah sebagai lauk dan camilan, yang populer jadi peyek jinking.

Satu plastik harganya sekitar Rp10.000 saja.

Baca Juga: Pantai Ngobaran, Pantai Bernuansa Bali di Gunungkidul, Tempat Menikmati Landak Laut Goreng yang Tiada Duanya

6. Wader
Di Gunungkidul, ikan tidak hanya ditangkap di laut tapi juga di air payau.

Misalnya saja ikan wader. Ikan ini sering dijadikan camilan.

Halaman:

Tags

Terkini