ragam

Sejarah Berusia Ribuan Tahun Kue Keranjang Sehingga Selalu Hadir dan Disajikan di Setiap Perayaan Imlek

Jumat, 17 Januari 2025 | 15:30 WIB
Kue keranjang atau nian gao perlambang keberuntungan dan kemakmuran setiap tahun. (lottemart.co.id)

Kemudian di tujuh hari sebelum imlek dan puncak malam perayaan imlek.

Kue keranjang tidak akan dimakan sampai perayaan Cap Go Meh atau malam ke 15 setelah tahun baru Imlek.

Baca Juga: Nikmati Liburan Imlek Penuh Warna di Kawasan Pasar Gede, Solo

Makanan cadangan perang
Ada versi lain sejarah kue keranjang ini.

Dipercaya kue ini dari daerah Suzhuo sejak 2.500 tahun lalu di mana Tiongkok masih berupa beberapa kerjaan.

Suzhou yang merupakan ibu kota kerajaan Wu membuat benteng untuk melindungi dari musuh.

Baca Juga: Fakta Menarik Barongsai yang Selalu Hadir Meramaikan Perayaan Imlek

Di saat itu juga dikhawatirkan akan terjadi erang besar.

Salah satu perdana menterinya, Wu Sizu, memberi pesan yang sangat mengejutkan.

Yakni, bila terjadi sesuatu dan kota kehabisan pasokan makan, agar menggali lubang di bawah tembok benteng.

Baca Juga: Inspirasi Ucapan Selamat Imlek dalam Bahasa Mandarin, Lengkap dengan Artinya

Dan, benar saja ketika negara kehabisan makanan karena dikepung, mereka menggali tembok.

Di situ ada banyak tumpukan kue keranjang yang sengaja disimpan sebagai cadangan makanan.

Sejak saat itu setiap tahunnya orang-orang membuat kue keranjang untuk mengenang jasa Wu Sizu.

Baca Juga: Biasanya Semakin Indah Saat Imlek, Ini Kelenteng Tua dan Instagramable di Jakarta

Industri lokal
Kue keranjang terbuat dari tepung ketan dicampur gula. Teksturnya kenyal dan lengket, mirip dodol.

Halaman:

Tags

Terkini